Selasa, 02 April 2019

Published April 02, 2019 by with 0 comment

Ingatan Usang


Di bukanya lembar kertas
Tulisan usang masih terpampang
Kenang demi kenang memutar bayang

"Ini tulisan siapa kak?"
"Tulisan Bapak." jawabnya datar

Di bukanya perlahan
Helai demi helai halaman
Banyak kisah dan cerita
Seorang gadis berusia empat belas
Kembali mengenang, ingatan demi ingatan

Bahwa kini,
Dia hanya memiliki adik

"Ayah dan Ibu sudah menunggu di surga." lanjutnya tergugu

Ini terdengar pilu,
Namun memang begitu adanya

Tidak ada yang lebih menyakitkan dari kehilangan
Raga dan jiwa seorang Ayah dan Ibu

Buliran bening kembali mengalir
Dari bola mata mudanya
Genggamnya semakin mencengkram, erat

Ia hanya harus kuat,
Begitu ia berbisik

Ia hanya harus percaya
Tuhan mempunyai rencana

Hatinya kembali mendekap Tuhan
Dengan sujud dan tangisan

Ia kembali memaksa
Tubuh dan jiwa untuk tak lagi rapuh

Maret 2019
san.

0 komentar: