Minggu, 24 Februari 2019

Published Februari 24, 2019 by with 0 comment

Pualam Rindu


Aku tersadar
Ketika tiba kaki menginjak rumah
Tak ada lagi baring tubuh di ranjang
Tubuh yang mulai menua
Dengan bias tatap yang mulai reda

Aku tersadar
Tak ada yang lebih menyakitkan
Dari hilangnya raga renta mu

Tak ada yang lebih menyedihkan
Dari hilangnya suara bising di rumah tua
Rindu kembali tersesap
Dari sepi yang mulai meranggas
Membiarkan kenang menjadi bayang

Rindu menjelma
Menjadi perih yang teramat pedih

Rindu menjelma
Menjadi sesal yang semakin sesak

Jika hilang adalah nyata
Lalu ada adalah fana
Maka, kepergian membutuhkan doa
Agar tiada selalu ada
Dan yang tiada tetap ada

Dalam ingatan dan doa

Bapak
Februari 2019, Sepi

san

0 komentar: