Rabu, 28 November 2018

Published November 28, 2018 by with 0 comment

Pentingnya Bermedia Sosial




Are you addict on media sosial?

Trukgandeng, eh maksudku tergantung. 
Di era yang serba digital saat ini memang tak bisa dipungkiri bahwa media sosial bisa menjadi semacam kebutuhan. Tapi aku bukan pengguna yang rutin. Dulu, semasa sekolah mungkin aku bisa menghabiskan berjam-jam cuman buat stalking, buat status atau hal-hal unfaedah lainnya. Emang sekarang enggak? Ya, masih sih, kadang kala tapi keseringan. Haha.
Semakin ke sini, semakin tua dewasa, dan semakin tahu hal-hal apa saja yang bisa dimanfaatin di medsos, ngebuat aku semakin pilah pilih untuk apa aku bermedia sosial. Di umur yang segini (2* skiiip) medsos bukan cuman untuk numpang nyetatus kegalauan, kepedihan, kesengsaraan, kebahagiaan, bukan itu lagi prioritasnya. Medsos mulai ada faedahnya sedikit, apalagi untuk orang-orang yang ngimpi jadi penulis kek aku. Wkwk.
Semakin memanfaatkan medsos untuk menghasilkan sesuatu, mulai dari jualan online, nulis, searching sesuatu yang ngebuat blog ini makin kece, dan lain sebagainya.
Bermedia sosial semakin dewasa nyatanya juga semakin bijak. *Masaksih. Enggak cuman untuk stalking sana sini, ngabisin buat pasang setatus menyek-menyek, duh, sekarang bahkan mikir beribu kali buat nyetatus yang enggak-enggak. Yang, iya-iya aja udah. 😂
Media sosial mau nggak mau menjadi semakin kebutuhan di era yang serba digital saat ini. Entah sekadar untuk mengisi waktu senggang, stalking mantan tentang blogger dan tetek bengeknya , atau untuk memulai usaha, bisa jualan online,  dan masih banyak lainnya yang berfaedah.
Jadi kalo ditanya apa media sosial itu penting? Banget. Karena melalui media sosial juga aku ingin berkembang. Berkembang  seperti apa? Memanfaatkanya untuk sesuatu yang mungkin nanti bisa bermanfaat, menghasilkan sesuatu, bisa berupa karya, penghasilan, pengalaman atau masih banyak lainnya. Sisi positif dan negatif dari media sosial memang tidak bisa dihindari. Tapi itu pilihan. Kayak aku milih kamu. *Ea *iniapa Tuhan? 🙄
Kalau dibilang aku bisa manfaatin medsos untuk hal-hal yang positif saja, mana bisa? Ya, belum bisa juga. Kadang aku juga masih bisa menghabiskan berjam-jam untuk hal-hal yang unfaedah, kek stalking mantan, nyetatus, nyepam. Buka FB, ganti ke twitter, ganti lagi IG, ganti lagi ke whattaspp. Kadang aku juga nanya, apalah ini yang cari, buka tutup, buka tutup enggak jelas. Dan emang porsi kek gitu semakin kesini, semakin wajib dikurangi. Ya kalik, buka tutup kek gitu bisa dimanfaatin buat nulis, buat baca hal-hal yang lebih faedah. Jadi, porsi kegajelasan bermedia sosial juga makin dikurangi seiring bertumbuh dewasa.

Jadi untuk teman-teman sendiri, penting nggak sih media sosial? Penting yang seperti apa yang teman-teman mau?

0 komentar: