Sabtu, 21 Juli 2018

Published Juli 21, 2018 by

5 Permainan Tradisional yang Bikin Kangen Ngumpul Bareng Temen (lagi)



"Hompimpa alaium Gambreng"
  Limasampai sepuluh anak mengucapkan mantra magis. Tangan putih hitam mereka bolak balikkan. Dengan warna putih yang sama atau hitam yang sama (asal warnanya sama) mereka akan keluar, sementara yang lain masih menyelesaikan mantra magis sampai hanya tersisa satu warna berbeda; untuk mencari siapa yang menjaga ‘tempat suci’. Saat sudah menemukan penjaga ‘tempat suci’ berupa tiang, kesemua anak  akan menyebar. Menghilangkan diri dan menyembunyikan diri; untuk sementara waktu. ‘Si Penjaga’ masih berhitung. Mulai dari hitungan satu sampai sepuluh, atau hitungan yang lebih banyak lagi. Seperti yang sudah disepakati, siapapun yang menjaga ‘tempat suci’ tidak boleh melirik ketika ‘pasukan’ menyembunyikan diri. Ada yang menurut tak sedikit bedebah kecil mengingkari. Hingga hitungan telah usai, ‘si penjaga’ siap mencari. Mengendap-ngendap. Matanya melirik kesemua arah, seolah dia harus mempunyai beberapa mata agar ‘tempat suci’ tetap aman. Dari balik semak ia mendengar sesuatu. Seperti seekor kucing sedang bersembunyi dari singa.
Sampai ‘si penjaga’ menemukan seorang pasukan.

Kamu lahir tahun 1990s ? Membaca narasi di atas pasti  tahu jenis permainan tradisional apa yang aku maksud. Yups, petak umpet. Dalam bahasa jawa delikan. Ada yang kangen sama permainan tradisional satu ini? Suasananya, kebersamaan anak-anak berkumpul, semua menjadi kekuatan magis tersendiri. Sayang, permainan tradisional ini semakin lama semakin menghilang di telan jaman. Jaman yang katanya 'modern'. Setiap hal memang memiliki dua sisi kan, baik dan buruk. Tak jarang anak-anak nineties banyak yang merindukan masa-masa kecil mereka, karena sudah jarang di temukan anak-anak seperti di era 90-an.
Mengobati kerinduan di era 90-an, di bawah ini beberapa permainan tradisional yang bikin kangen.
1. Petak Umpet
  
Petak Umpet biasanya dimainkan beberapa anak bisa tiga sampai tak terhingga. Beberapa anak akan sembunyi dan satu akan mencari. Masih ingat nggak gimana serunya permainan ini? Dalam permainan tradisional tidak ada perbedaan si kaya dan si miskin. Unsur strata sosial tidak lagi penting untuk anak-anak ini. Ketika mereka berkumpul, mereka adalah sama: makhluk sosial. Dalam permainan ini tidak yang kalah atau menang. Hanya ada unsur si penjaga dan pasukan yang sembunyi.Kecurangan dalam permainan ini sangat lucu, ketika ada beberapa bedebah kecil yang bersengkokol untuk menjadikan di penjaga sebagai penjaga selamanya. Sungguh ini kemalangan yang di rindukan. Hehe
2. Engklek
Engklek, di Jawa Tengah permainan ini disebut demikian. Mungkin akan berbeda jika permainan ini di daerah lain. Engklek memiliki beragam jenisnya mulai dari engklek pesawat, engklek payung sampai engklek rumah. Ah, sungguh ajaib pemberi nama permainan ini. XD
Yang tidak ada dalam permainan modern adalah penyebutan nama permainan yang berbeda. Permainan tradisional ini memiliki beberapa macam nama, tergantung dari mana daerah ini dimainkan. Tidak seperti permainan modern, yang terkenal dengan satu nama saja. Engklek bisa di mainkan minimal dua orang. Setiap anak harus mempunyai tuju atau gaco. Tuju adalah semacam alat untuk menandai si pemain sudah sampai pada kotak nomor berapa. Biasanya berupa pecahan genteng atau eternit. Kemudian si anak akan melakukan 'ritual' angkat satu kaki dalam setiap kotak yang tersedia. Ini sungguh permainan yang mengasah tenaga. Jangan lupa es dan some untuk melanjutkan permainan sampai pada tahap akhir. XD
3. Congklak
sumber:lampost.co

Congklak atau dakon biasanya dimainkan dua orang sajo. Di hadapannya akan terhampar sebuah tempat seperti cetakan roti berjumlah sembilan. Dua berukuran bersar dan tujuh diantaranya berukuran kecil. Permainan dimulai dengan suit, yang menang main duluan. Biasanya kalau udah main duluan, anak-anak berkelas sudah tahu mana yang harus mereka ambil agar terus bisa berjalan tidak hanya satu kali. Anak-anak yang mempunyai indra pengingat tajam akan dengan mudah berjalan dalam permainan ini. Uniknya lagi ketika 'isi' dari congklak ini hilang satu persatu kamu bisa menggantinya dengan isi buah srikaya. Jadi setiap habis makan, isinya nggak usah dibuang tuh, tapi disimpan. XD Sungguh peramutan yang hqq.
4. Gatheng

Sehabis pulang sekolah seringnya pada janjian mau main bareng. 
"Nanti mainnya gantian ke rumahku ya. Masak di rumah Yuyun terus sih." 
"Di rumahmu kan nggak bisa buat gatheng, soalnya rumahmu nggak ada batu."
"Tapi kan emper rumahku luas."
Hayo,, siapa yang pernah rebutan kek gini. XD Permainan ini memang membutuhkan banyak batu. Kalau rumahmu batunya sedikit nggak recomended deh buat ngadain permainan ini.XD Permainan ini membutuhkan skill  yang mumpuni.
Kamu harus melemparkan batu ke atas menggunakan tangan kanan (atau kiri untuk yang cedal) dan mengambil batu lainnya yang ada di hadapan kamu. Nah lo, hebat kan? XD
5. Gobak Sodor
sumber: Foto Antara
"Sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan." Wikipedia
 Permainan ini membutuhkan team yang solid hlo. XD
Nha itulah beberapa permainan yang bikin kangen. Sekarang cari anak-anak yang suka main permainan tradisional aja rasanya udah sulit. Huhu. Apa kabar anak-anak kita nanti ya? :( 
"san, kok udah ngomongin anak sik, bapaknya aja belom ada." XD
Kalo kamu sendiri kangen permainan tradisional apa?? Share permainan yang kamu kangenin di komen ya. Salam anak-anak nineties. :)