Rabu, 13 Juni 2018

Published Juni 13, 2018 by

Klaten : #berteMUDIKlaten



Assalamualaikum....

Suasana lebaran sudah terasa ya. Mudik. Hayo, siapa yang mengikuti tradisi ini? Kalau untuk aku sendiri, tiap hari aku selalu mudik jadi tidak ada yang spesial. Yang spesial adalah menanti teman dan keluarga yang bakal pulang kampong. Wooh...
Reuni.
Suasana seperti ini memang sangat cocok untuk temu kangen dengan teman-teman. Entah teman semasa SD, SMP, SMA atau teman-teman lain yang sudah jarang ketemu. Entah siapa yang mempunyai ide semacam ini, reuni menjadi hal yang banyak dinanti tapi nggak sedikit yang malah pilih kabur ketika di ajak temu kangen karena males jawab pertanyaan absurd. xD
Oke, oke. Lupakan hal itu.
Temu kangen; kalau nggak makan bareng, ya cari tempat tempat-tempat rekreasi . Ngomongin tentang rekreasi, pasar malam mungkin bisa jadi tempat temu kangen yang asik sama konco lawas. Seperti kemarin, aku dan tiga orang teman temu kangen di pasar malam Gor Gelarsena Klaten.



Sudah menjadi tradisi turun temurun jika setiap lebaran tiba pasti akan banyak sekali gelaran pasar malam di Klaten. Salah satunya di GOR gelarsena hingga Monumen Juang ’45 Klaten. Gelaran ini dimaksudkan untuk menghibur masyarakat Klaten dan perantauan kala libur lebaran.
Sambil ngobrol ngalor-ngidul-ngetan-ngulon sama temen, kita bisa keliling pasar malam yang cukup luas. Banyak wahana permainan dan beraneka ragam makanan yang bisa kamu cip icip loh.

Bianglala
bianglala

Bianglala atau biasa disebut kurungan manuk , wahana paling laris sejak dulu. Iya, sejak dulu. Sedari kecil aku juga paling suka wahana ini; enggak tahu kenapa. Kalau mau naik ini harap bersabar ya pemirsa. Soalnya antriannya di malam-malam mendekati takbiran begini masih banyak.

Ini salah satu gambaran antrian tiket bianglala.
Kora-kora

Kalau untuk yang suka tantangan, kamu wajib coba wahana ini. Aku nggak berani. Hihi. Wahana, yang sebenarnya cuman di ayun-ayunkan dari kanan ke kiri ini bikin bulu kuduk merinding. Ayunannya itu hlo... bikin mual-mual. xD Dan ada satu lagi yang nggak kalah bikin jantung rasanya mau copot; ombak banyu. Tapi sayang HP keburu mati jadi nggak sempet moto.

Komidi Putar



Nha kalo bawa adek, ponakan atau menantu bisa nih di ajak naik ini aja, wahananya lebih kalem. 

Tangkuban Perahu


Di atas salah satu wahana untuk anak yang bisa dicoba. 

Nha buat yang suka kulineran, kamu bisa cip icip makanan yang biasa ada di pasar malam. Mulai dari arum manis, martabak, siomay, es krim sampai yang lagi hits saat ini Es Kepal Milo, wuiih... semuanya lengkap disini.

Martabak
Gorengan, martbak dan kawan-kawannya.
Arum Manis

 


Es Krim
Nha yang lagi hits di pasar malam ini adalah es krim berasap, kayak yang dibawah ini nih..

Yang diatas bukan es krim aslinya ya gengs. Itu aku ambil dari google. Nggak sempet moto, hape udah mati duluan. Tapi kamu udah pernah nyoba belum?? kalo belum kamu bisa dateng ke pasar malam di GOR gelarsena. Tempatnya ada di sebelah selatan pintu masuk GOR yang selatan. Harganya kisaran 20rban.
Ajang temu kangen sama temen jadi makin asyik kan. Yuk... #berteMUDIKlaten.

Read More

Senin, 11 Juni 2018

Published Juni 11, 2018 by with 0 comment

Begini Cara Menggunakan Matte Lip Cream untuk Bibir Crack

                       




WARDAH Exclucive Matte Lip Cream (No.13)

Assalamualaikum

Hallo gengs, kali ini aku mau bahas soal lip cream yang barusan beberapa minggu ini aku coba. Sebelum nge-review, aku mau cerita sedikit. Jadi aku punya bibir dengan tekstur kering dan pecah-pecah. Sekali pun udah minum habis dua liter sehari, pasti tetep pecah kalau pakai lipstick matte. Jadi, selama ini aku nggak pernah pakai lipstik matte, selalu pakai lipstik yang ada kandungan minyak dan cenderung ke arah glossy. Tujuannya supaya bibir tetap lembab dan nggak kering. Padahal udah pengen banget nyoba matte lip cream. Secara kalau lihat yang pada pakai matte lip cream itu kok bikin iri sih. Hasil warna dibibir lebih natural gitu. Sedang kalau tipe bibir yang gampang crack kayak punyaku gini, nggak bisa pakai. Bisa sih, tapi hasilnya bakalan beda sama tipe bibir yang udah lembab dari sononya.

Iseng-iseng beberapa waktu lalu jalan ke toko kecantikan. Duh, aku lihat matte lip cream terpampang di depan mukaku rasanya kok ngawe-ngawe ya. xD

Akhirnya, aku udah nggak tahan lagi pengen ambil; satu aja. Aku tanya-tanya dulu nih sama mba BA wardah. Di saranin pakai lip balm dulu sebelum pakai matte lip cream. Dan lip balmnya digunain setiap saat ketika bibir terasa kering, supaya kelembapannya terjaga. Dulu aku sempet pakai, tapi berhenti karena pakai lipstick yang udah mengandung minyak. Jadi kan nggak bisa kalau pakai lip balm terus pakai lipstik yang udah ada kandungan minyaknya karena nanti kelihatan banget kayak habis makan gorengan sepiring. xD

Wardah.

Brand lokal dibawah naungan PT. Paragon Technology and Innovation (PTI) ini sudah sangat membumi di dunia perempuan Indonesia. PT. Paragon Technology and Innovation ini berdiri sejak 1985. Perusahaan asli dari Indonesia ini sudah membawahi beberapa kosmetik ternama. Selain Wardah, ada lagi Make Over, Emina, IX dan Putri.

Kemarin saya pilih produk ini karena emang udah lama naksir sama warnanya. Apalagi yang nude. Sebelumnya aku belum pernah pakai produk wardah untuk lipstiknya. Kalau bedak dulu pernah coba tapi nggak cocok jadi nggak dilanjutin.

So lets go..

Kemasan



Dari segi kemasannya aku suka. Warna kemasan menunjukkan warna  isi dalamnya. Kemasan yang feminim nan elegan ini sadaap kan buat menarik perhatian mata. Dibalut dengan kardus yang tidak terlalu tebal tapi tetap kuat.

Tabung



Tabungnya sendiri terbuat dari mika yang transparan namun tetap kokoh. Tabung jenis ini sangat aman untuk menjaga kerusakan produk dari faktor eksternal dan tidak mudah pecah ketika terjatuh.
Aplikator




Untuk aplikatornya yang cukup panjang dan dibagian ujung melengkung membantu kita untuk meratakan dibagian ujung bibir. Kalau aku pribadi suka sama aplikator yang seperti ini, tidak terlalu tebal dan berserabut jadi nggak kemana-mana pas dipakainya.

Tekstur




Teksturnya creamy. Tapi meski begitu saat dipakai tidak terlalu berat dan rasanya malah kayak nggak lagi pakai lipstik ; enteng dibibir. Warnanya yang cukup pigmented, nggak butuh berulang dicelap-celup juga udah bagus. Selama dua minggu ini aku pakai cuman sekali buka dan di ratain dibibir hasilnya udah oke. Untuk ketahanan warnanya sendiri, aku pakai selama 7 sampai 8 jam warnanya nggak mengalami perubahan yang ekstrim. Dan matte lip cream ini transferproof yang cukup bagus. Beberapa kali minum tapi nggak nempel di gelas.

Kekurangan di matte lip cream wardah ini cuma satu yaitu matte lip cream ini dalam bentuk cair jadi kalau dipakai nggak langsung kering, cuman menurut aku pribadi menunggu keringnya lumayan lama ; sekitar 2-3 menitan.

Untuk harganya sendiri kisaran 55-60rb-an

Overall  matte lip cream ini oke. Dan bakal jadi daftar yang wajib dipunya.

Tips :
Sebelum menggunakan matte lip cream, gunakan terlebih dulu lip balm. Agar tekstur bibir kering dan crack-nya nggak begitu kelihatan. Dan misalnya sesudah makan atau setelah sholat pengen nambah lagi , jangan lupa dihapus dulu pakai tisu/tisu basah agar tidak menumpuk dan hasilnya juga lebih bagus.

Jadi apa kamu udah pakai? Share pengalaman dan ceritanya di kolom komen ya. See yaa.. :)




Read More