Selasa, 17 April 2018

Published April 17, 2018 by

Dua Belas Alasan Menulis Menurut Caryn Mirriam-Goldberg, Ph.D



Assalamualaikum,,

Holaa, kali ini mau sedikit berbagi tentang buku yang berjudul 'Daripada Bete, Nulis AJa!" karya Caryn Mirriam-Goldberg, Ph.D. Sebenernya ini buku udah dari 2014 silam, dan baru kepikiran nge-share di blog, kali aja ada paedah-nya. Hehe

Yang pertama kita bahas alasan menulis Caryn Mirriam. Setiap orang pasti punya alasan tersendiri untuk mulai menulis. Mulai dari alasan hobi hingga tuntutan dari profesi. Kalo saya sendiri, menulis seperti halnya air, ia menjadi kebutuhan saya setiap hari. Mulai dari menulis curhatan receh sampe belajar nulis profesional.  Lalu kalo menurut Caryn sendiri gimana ya, kenapa ia menulis? Kira-kira alasan kamu sama ga dengan Caryn Mirriam? Yuk, kita coba intip sedikit cuplikannya dibawah.
Kalo untuk aku pribadi, hampir semua alasan Caryn Mirriam, sama seperti apa yang aku rasain sih. *ciee (apaan sik, ga jelas.) 🤣

“Hanya dengan duduk di sudut dan menuliskan catatan, ternyata mendatangkan ilham, membangkitkan semangat untuk melewati masa-masa sulit, dan membuktikan bahwa saya memiliki sesuatu untuk diberikan pada dunia.” Hal.27

 1. Menulis membantumu menemukan siapa dirimu

Ketika menulis kadang tanpa saya sadari,saya mengungkapkan bagaimana isi hati dan pemikiran yang tidak bisa atau enggan saya ceritakan dengan orang lain, entah karena alasan terlalu pribadi, belum menemukan seseorang yang cocok untuk di ajak ngobrol mengenai sesuatu atau memang lebih baik tidak ada yang tahu. Melalui menulis hal-hal yang sangat privasi bisa kita salurkan dengan aman dan nyaman. Saya sendiri merasakannya, menulis memang jadi salah satu cara untuk kita memahami diri sendiri. Apa yang kita rasakan, inginkan dalam kehidupan kita. Meski sederhana, nyatanya menulis bisa membantu orang-orang introvert menyalurkan emosinya dengan cara yang asik dan nyaman, saya merasakannya sendiri.

2. Menulis dapat membantumu percaya diri dan meningkatkan kebanggaan

“Setiap tindakan mencipta sesuatu dari nol menimbulkan rasa bangga dan berprestasi. Menyadari kamu mampu mengisi majalah dengan buah pikiran, menulis cerita atau menyiapkan laporan penelitian, membantumu yakin akan kemampuan, bakat dan ketekunan yang kamu miliki.” Hal. 27

Ya, saya sendiri pun merasakannya. Menulis membuat saya sedikit berani dan percaya diri bahwa saya masih bisa bermanfaat untuk orang lain, meski hanya melalui tulisan. Bermanfaat disini relatif ya, tergantung gimana kita merasakan dan melihatnya. Di era modern seperti sekarang, membaca mau tidak mau, sadar tidak sadar sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan. 

3. Saat menulis, kamu mendengar pendapat unikmu sendiri

Pendapat unik? Masing-masing orang mempunyai pemikirannya sendiri. Kadang sama, tak jarang juga berseberangan. Tidak semua pendapat bisa kita ungkapkan atau ucapkan, dengan alasan menjaga sikap, takut menyakiti oranglain, atau memang cukup diri sendiri yang tahu. Menulis, kadang membantu kita untuk jujur dengan diri sendiri tanpa takut menyakiti perasaan orang lain. Kita bisa menyampaikan apa yang benar-benar kita rasakan tanpa tedeng aling-aling, tentunya masih dalam konteks tulisan pribadi.

4. Menulis menunjukkan hal yang dapat kamu berikan pada dunia

“Dengan menulis, kamu dapat menelaah bakat, minat dan keinginan yang unik. Apa yang membuatmu terdorong untuk berusaha secara sungguh-sungguh? Apa yang ingin kamu tingkatkan? Menulis memungkinkanmu memepelajari diri, mengungkapkan cita-cita dan apapun yang kamu lakukan dengan kata-kata.”Hal.28     
                                                
5. Dengan menulis, kamu mencari jawaban terhadap pertanyaan dan menemukan pertanyaan baru untuk ditanyakan.

Menulis seperti sedang mengoreksi diri sendiri. Kita dengan gamblang bertanya dan menjawab apa yang kita tanyakan, dan tak jarang kita juga menemukan jawaban dari pertanyaan kita sendiri. Menulis membantu menjawab yang diri sendiri tanyakan, mungkin kita juga akan menemukan jawabannya sembari kita terus menulis. Ga percaya? Cobain deh, nanti kamu bakalan ngerasain suprise sama yang terjadi selanjutnya.

6. Menulis meningkatkan kreativitas

”Ketika menulis, kamu membenamkan diri dalam proses kreatif. Semakin banyak berlatih, semakin mudah bagimu memindahkan keahlian ini ke bidang lain yang membutuhkan solusi kreatif (sekolah, kegiatan-kegiatan atau bekerja).”

Menulis juga bagian dari mencipta sesuatu. Menulis juga bagian dari seni yang mungkin tak semua orang mempunyainya. Sebenarnya, menulis tidak membutuhkan bakat, latihan, latihan dan latihan lah yang akan membantu kita dalam menulis. Semakin sering menulis, semakin banyak kita melatih diri untuk membuat seni dalam menulis. 

7.Kamu dapat berbagi dengan orang lain melalui kegiatan menulis

Berbagi informasi, cerita atau bahkan ketika kita membagi curhat atau pun hal lainnya tak jarang orang lain ada yang merasa memiliki masalah yang sama, bisa jadi kita membagikan masalah yang sama juga cara penyelesaiannya. Bisa jadi kita telah membantu orang lain melalui cerita kita. Ada orang-orang yang bisa kembali semangat untuk menjalani hidup hanya karena tulisan dan cerita-cerita yang kita bagikan.

8. Menulis memberimu tempat untuk melampiaskan amarah atau ketakutan, kesedihan dan perasaan menyakitkan lainnya

“Perasaan bisa sangat kuat. Ia dapat menyakitimu sampai ke dalam. Saat kamu marah, takut, kecewa atau depresi, menulis dapat membantu melampiaskan emosi-emosi diatas kertas ketimbang menahannya. Menulis merupakan cara aman melampiaskan perasaan, menelaahnya dan mengatasinya.” Hal.29

“ketika menulis aku merasa waras”

Makhluk-makhluk pemikir dalam banyak hal memang lebih baik menyalurkan semua yang ada di otak ke dalam tulisan. Kenapa? Ketika kita menyadari bahwa apa yang kita pikirkan tak selalu bisa di terima semua orang, saat itulah kita harus menahan atau pun menyimpan pemikiran kita. Banyak yang bilang, ga baik terlalu menyimpan sesuatu. Ungkapkan saja, melalui tulisan pun tak apa. Meski tak ada yang tahu, kamu akan merasa lega dan puas. Ini saya rasakan sendiri, karena saya juga mempraktikkannya.

9.Kamu dapat membantu menyembuhkan diri dengan menulis

“Menulis membantu mereka memeriksa luka-luka dan jika mereka mau, membagi luka itu dengan dunia. Kamu juga dapat memeriksa apa yang menyakitimu dan mengubahnya menjadi sesuatu yang membantumu.”Hal.30

Kalo kataku, menulis adalah penyaluran emosi negatif terbaik yang pernah ada. Misal kamu marah dengan seseorang dan sulit untuk mengungkapnya, kita bisa dengan mudah menuliskan semua emosi itu. Ketika kita sedang mengalami luka hati (apalagi ini), tiba-tiba kita bisa mudah sekali mengungkapkan semua perasaan melalui tulisan. Saya pernah mengalaminya sendiri, jadi luka hatinya ga sia-sia karena bisa jadi bahan tulisan sekaligus penyalur emosi terbaik.

10. Menulis memberimu kesenangan dan cara mengungkapkannya

Tidak melulu tentang kesedihan yang bisa kita ceritakan melalui menulis, kebahagiaan pun perlu pengabadian. 

“Saat kamu mengizinkan dirimu bersantai dan melihat yang terjadi pada halaman berikutnya, kamu mengalami kegairahan dari perasaan kreatif.”

11. Menulis membuatmu lebih hidup

“Dalam melakukannya, kamu mungkin merasa lebih terlibat, terikat dan tertarik pada kehidupan. Bahkan, kamu akan terdorong untuk dipaksa menerimanya dengan sepenuh hati.”

Ya, seperti halnya ketika kita menulis cerpen, kita akan masuk dalam karakter tokoh yang kita buat sendiri. Saat karakter dalam cerpen kita sedang marah, maka tanpa kita sadari, kita bisa merasakan emosi yang sama, seperti dalam cerpen yang kita buat. Menulis mampu memberikan perasaan lebih peka dan empati yang tinggi. Ketika menulis cerpen mau tidak mau, kita akan di tuntut untuk bisa merasakan apa yang dirasakan tokoh dalam cerita kita. Maka dari itu, menulis seperti membangkitkan semangat dan rasa yang mungkin telah lama ‘tidur’ dalam hati kita.
Misalnya ketika kita membuat jalan cerita dengan alur cerita yang gembira, kita pun mau tak mau juga harus merasakannya, walaupun saat itu kita sedang tidak merasakan emosi yang kita buat.

12. Kamu dapat menemukan impianmu melalui menulis.

“Melalui kegiatan menulis yang sunyi dan sendiri, kamu dapat mengetahui mimpin terbesarmu (bukan apa yang kamu atau orang lain kira semestinya merupakan mimpi tervbesarmu, melainkan mimpi nyang sungguh-gungguh menggugah jiwamu). Kamu dapat memikirkan mimpi=mimpi ini, apa yang diperlukan agar ia menjadi kenyataan, dan apa yang dapat kamu lakukan untuk mulai mewujudkannya. Kemudian,kamu dapat menulis cara mencapainya.”