Kamis, 22 Februari 2018

Published Februari 22, 2018 by

Kenapa suka nulis? Apa untungnya menulis?

"Kenapa kamu suka menulis? Apa untungnya menulis?"

 
Ada apa dengan menulis? Kenapa ada orang yang merasa puas ketika menulis?

Saya percaya, setiap individu mempunyai keunikan masing-masing. Setiap orang yang terlahir mempunyai perbedaan. Jika adik dan kaka saja selalu ada perbedaan, entah dari hobi, kesenangan atau pun yang lainnya. Ada orang yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game, membaca, jalan-jalan, bangun tengah malam cuman untuk nonton bola dan masih banyak lagi hobi lainnya.

Seperti menulis, saya yang masih bisa di golongkan makhluk introvert, lebih suka menceritakan sesuatu hanya melalui sebuah tulisan. Seperti yang kita tahu orang-orang introvert memang lebih tertutup dan kadang terlalu berhati-hati untuk mengungkapkan isi hati atau pun kepalanya –ituelusan-. Mereka lebih menikmati untuk mendengarkan cerita orang lain daripada harus bercerita panjang lebar. Tak jarang kadang banyak yang menilai orang introvert sebagai orang penyendiri atau terlihat sombong. Padahal mereka tidak pernah mempunyai niat demikian. Bisa di akui , saya pun bisa menikmati me time hanya dengan menulis, membaca atau pun sekadar pergi sendiri –inimahefekjomblo- :D .

Ada orang-orang yang dengan mudah menceritakan apa yang dia rasakan, ada orang-orang yang tak bisa menceritakan isi kepalanya dengan lisan. Menulis bisa menjadi alternatif untuk orang-orang nomor dua seperti saya. Tak jarang pula ada orang yang meremehkan atau menilai negatif dari hobi ini.

                “Sok bijak.”
                “Sok pinter.”

Ketika ada yang berkata atau men-judge seperti itu, saya mempunyai keyakinan, mereka hanya tidak bisa merasakan kepuasan ini. Seperti ketika saya menanyakan,

                “Apa untungnya nonton bola tengah malem? Padahal besok masih harus kerja dan berangkat pagi, apa ga capek? Padahal kalo menang pun mereka ga dapet apa-apa kecuali rasa senang , yang entah kenapa mereka bisa senang hanya dengan menyaksikan kemenangan orang lain.”

Saya juga tidak mengerti dan merasakan sebuah kepuasan yang mereka dapet ketika melihat mereka jingkrak-jingkrak ketika club bola yang mereka dukung menang dan saya juga ga paham kenapa bisa mereka kecewa ketika club bola mereka kalah. Yah, mungkin seperti itu, rasa ketidaktahuan saya tentang kepuasan mereka. Mungkin mereka juga seperti itu.