Rabu, 28 November 2018

Published November 28, 2018 by with 0 comment

Pentingnya Bermedia Sosial




Are you addict on media sosial?

Trukgandeng, eh maksudku tergantung. 
Di era yang serba digital saat ini memang tak bisa dipungkiri bahwa media sosial bisa menjadi semacam kebutuhan. Tapi aku bukan pengguna yang rutin. Dulu, semasa sekolah mungkin aku bisa menghabiskan berjam-jam cuman buat stalking, buat status atau hal-hal unfaedah lainnya. Emang sekarang enggak? Ya, masih sih, kadang kala tapi keseringan. Haha.
Semakin ke sini, semakin tua dewasa, dan semakin tahu hal-hal apa saja yang bisa dimanfaatin di medsos, ngebuat aku semakin pilah pilih untuk apa aku bermedia sosial. Di umur yang segini (2* skiiip) medsos bukan cuman untuk numpang nyetatus kegalauan, kepedihan, kesengsaraan, kebahagiaan, bukan itu lagi prioritasnya. Medsos mulai ada faedahnya sedikit, apalagi untuk orang-orang yang ngimpi jadi penulis kek aku. Wkwk.
Semakin memanfaatkan medsos untuk menghasilkan sesuatu, mulai dari jualan online, nulis, searching sesuatu yang ngebuat blog ini makin kece, dan lain sebagainya.
Bermedia sosial semakin dewasa nyatanya juga semakin bijak. *Masaksih. Enggak cuman untuk stalking sana sini, ngabisin buat pasang setatus menyek-menyek, duh, sekarang bahkan mikir beribu kali buat nyetatus yang enggak-enggak. Yang, iya-iya aja udah. 😂
Media sosial mau nggak mau menjadi semakin kebutuhan di era yang serba digital saat ini. Entah sekadar untuk mengisi waktu senggang, stalking mantan tentang blogger dan tetek bengeknya , atau untuk memulai usaha, bisa jualan online,  dan masih banyak lainnya yang berfaedah.
Jadi kalo ditanya apa media sosial itu penting? Banget. Karena melalui media sosial juga aku ingin berkembang. Berkembang  seperti apa? Memanfaatkanya untuk sesuatu yang mungkin nanti bisa bermanfaat, menghasilkan sesuatu, bisa berupa karya, penghasilan, pengalaman atau masih banyak lainnya. Sisi positif dan negatif dari media sosial memang tidak bisa dihindari. Tapi itu pilihan. Kayak aku milih kamu. *Ea *iniapa Tuhan? 🙄
Kalau dibilang aku bisa manfaatin medsos untuk hal-hal yang positif saja, mana bisa? Ya, belum bisa juga. Kadang aku juga masih bisa menghabiskan berjam-jam untuk hal-hal yang unfaedah, kek stalking mantan, nyetatus, nyepam. Buka FB, ganti ke twitter, ganti lagi IG, ganti lagi ke whattaspp. Kadang aku juga nanya, apalah ini yang cari, buka tutup, buka tutup enggak jelas. Dan emang porsi kek gitu semakin kesini, semakin wajib dikurangi. Ya kalik, buka tutup kek gitu bisa dimanfaatin buat nulis, buat baca hal-hal yang lebih faedah. Jadi, porsi kegajelasan bermedia sosial juga makin dikurangi seiring bertumbuh dewasa.

Jadi untuk teman-teman sendiri, penting nggak sih media sosial? Penting yang seperti apa yang teman-teman mau?
Read More

Sabtu, 24 November 2018

Published November 24, 2018 by with 0 comment

Kenapa Gabung di BPN?

"Apa alasan kamu gabung di Blogger Perempuan Networking?"

‌Kenyataan jika aku belum menemukan teman dengan hobi yang sama adalah realitas. Kenyataan kalo negara kita darurat membaca aku rasa memang bukan isapan jempol semata. Semakin canggih era digital saat ini, sangat membantu aku mencari teman baru yang mempunyai passion dibidang yang sama.  

"Surround yourself with people who have dreams, desire, and ambition: they’ll help you push for and realize your own" -kutipan dari blog anditapr.com

Enggak salah, kalo kita belum ketemu dengan orang-orang yang sebenarnya ingin kita kenal. Enggak salah juga masih banyak orang yang melihat kesukaan ini sebagai hobi yang 'sok' atau hobi yang terlalu muluk-muluk, atau hobi yang terlalu intelek, atau lagi hobi yang masih minoritas di beberapa daerah. Yah, kenyataanya memang seperti itu. Menulis dan utamanya membaca masih dianggap sebagai hal yang hanya boleh dipunyai bagi mereka yang pintar, cerdas, dan mungkin bisa juga hanya untuk orang yang memang enggak punya kesibukan. Ada sebagian yang menilai demikian, demikian. Aku merasakannya sendiri. Tidak salah, itu tidak salah. Karena masing-masing orang punya cara pandang masing-masing. Nha, yang salah kalo kita maksain orang lain buat paham dan mengerti.
Realitanya aku belum mempunyai banyak teman di dunia nyata yang sepaham dan sehobi. Sedangkan aku mau dan ingin menyeriusi perihal ini, ngeblog. Otomatis dengan sendirinya aku mencari tahu. Melakukan blog walking ke sesama blogger, ngebuat aku banyak belajar, banyak kenalan dengan orang-orang baru, dengan orang-orang yang punya minat yang sama, orang-orang dengan energi positif yang aku rasakan.
Lalu tahu BPN darimana? Darimana lagi kalo bukan hasil dari blog walking. Banyak blogger yang sudah lebih dulu melalang buana di dunia perbloggeran. Dari sini aku mulai mengenal berbagai macam komunitas blogger. Dan itu bejibun, buanyak buanget. Salah satunya ya, BPN ini.
Awal tertarik? Sederhana. Aku jatuh cinta sama logo Blogger Perempuan Networking. XD
Perempuan banget dan feminim gitu,
"Wah, kalo aku pajang di blog makin ngebuat blog aku jadi kece kayak gini kali ya?" Wkwk.
Begitulah, alasan macam apa ini sebenarnya?😂
Seiring berjalannya waktu, mengikuti komunitas ini menjadi semacam kebutuhan. Karena melalui BPN ini, aku mengenal hal-hal baru perihal blogger, berkenalan dengan orang-orang yang mempunyai minat yang sama. Bertemu dengan seseorang yang mempunyai energi yang belum aku temukan sebelumnya, membuat kita juga makin semangat dan terpacu untuk mengikutinya. Tanpa kita sadari.
Awal mau gabung ke komunitas ini juga mikir seribu kali.
"Duh, ini komunitas besar. Dan pasti udah profesional semua jadi blogger."
Aku tuh minder tauk. Tapi mau sampai kapan ya kan? Padahal gabung ke komunitas seperti ini itu wajib, biar makin berkembang blognya. Benar saja, setelah gabung aku memang lebih suka jadi silent reader. Pernah beberapa kali ikut nimbrung juga ding, tapi lebih banyak jadi silent reader. Jadi silent reader saja menyenangkan, aku jadi tahu masalah apa saja yang sering dialami blogger dan gimana cara nyelesaiinnya, dan hal semacam ini membantu sekali untuk blogger pemula seperti diriku. Kusuka, kucinta, seperti aku mencintainya.*eh

Jadi, intinya, kenapa gabung di BPN? Ya, selain karena aku perempuan juga karena ini komunitas yang memang selama ini aku butuhkan, dan tentu, sebagai perempuan rasanya persamaan gender membuat aku sangat nyaman ikut komunitas ini. Meski sampai sekarang aku belum pernah ikutan acara offline yang diadakan BPN, di Klaten belum ada komunitasnya. Misal ngadain di Jogja atau Solo, aku mau dateng. Mbak shintaries semoga mau ngadain di dua daerah ini. 🤗
Read More

Jumat, 23 November 2018

Published November 23, 2018 by with 0 comment

Alasan dibalik nama blog

"Apa alasannya kamu menggunakan nama blog satu ini?"

Sebelum akhirnya nama ini terpilih, ada beberapa kandidat yang sempat ingin aku gunakan.
sasantidotcom.
Awalnya pengen banget gunain nama itu. Kenapa? Karena itu nama paling simple dan ejaannya juga gampil banget, jadi mudah diingat. Tapi sungguh sayang seribu sayang, nama itu sudah ada yang punya. Huhu.
arisantidotcom
Ini referensi kedua. Gabungan dari nama pertama dan kedua. Tapi aku kembali sedih karena harus menelan pil pahit kenyataan, nama ini sudah ada yang gunain juga. Huhu.
Well.. nyari nama blog emang harus dipikir mateng. Katanya sih begitu, dan aku juga setuju sih. Kenapa harus gitu? Katanya sebuah nama sebuah cerita.
Tips memilih nama blog yang tepat :

1. Gunakan Ejaan Nama Yang Mudah Diingat
arisantiwe.com, nggak terlalu sulit buat diingat ye kan. Cuman belakangnya aja harus meraba-raba, antara W atau We. 😂

2. Gunakan Nama Paling Sederhana
Jika mau ngambil dari nama sendiri, usahakan cari ejaan yang paling sederhana. Misal namanya tiga kata, coba diringkas jadi satu. Nama ini pun sama, ini gabungan dari nama lengkap yang aku ringkas. Kalau kamu mau tahu, nama ini pun terinspirasi dari blog inokari.com. (Kan, dia lagi yang jadi inspirasi. 😂) Kenapa? Karena blog satu ini namanya cukup unik dan gampil buat diingat. Usut punya usut, nama tersebut juga ringkasan dari si empunya blog hlo. Kusuka. Hehe.

3. Pilih nama dengan pengucapan sederhana
Selain ejaan, yang membuat blog gampang diingat adalah cara pengucapannya yang enggak terlalu rumit. Rumit ejaan dan pengucapannya, karena kalo untuk yang nggak biasa berkunjung, biasanya harus nge-paske ejaan. Kalo salah satu aja bisa nggak ke detected sama google. Pengunjung kadang juga jadi males mau nyari blog kita lagi.
Dari ketiga tips di atas, nama blog ini (menurut aku) memenuhi ketiga kriteria di atas. Nama dari ringkasan namaku sendiri, dengan ejaan yang enggak terlalu rumit dan insha Alloh gampil buat diingat. 

Kalo untuk kamu sendiri, ada alasan khusus nggak sih dari pemberian nama blog kamu? Share jawaban kamu kemari ya. 🤗
Read More

Rabu, 21 November 2018

Published November 21, 2018 by with 0 comment

Beberapa Niche Blog di sini!

"Tema apa sih yang suka kamu bahas di blog?"

Random. Yah, pasti aku jawab demikian kalo ditanya perihal tema blog atau niche blog. Emang kenyataanya masih kayak gitu gimana dong. Masih nggak bisa dibatasi blog ini untuk satu tema aja. Jadi, semua tulisan di blog ini juga masih campur aduk kek gado-gado. Semua tulisan di sini murni karena memang aku ingin tulis. 

"Hlo belum ada sponsored post-nya?" 

Belum saudara. Jadi, gimana, mau nyeponsori enggak?XD Yah, aku sih bersedia saja kalau ada yang mau nyeponsori. Kali aja ye kan, ada yang mau. Kalik. Hehe.
Kalau untuk lebih spesifik lagi, blog ini bisa la dimasukin ke dalam blog lifestyle.
Wuih.. kedengaran cool ye kan. Itu kedengarannya saja. Jangan bayangin blog ini dengan segala review makanan di resto-resto mahal, review janjalan keliling Indonesia, atau cerita bahagia habis arisan ala-ala geng squad, jangan. Atau bayangin review produk dari brand yang lagi booming. Duh, ora koyo ngunu kui.

Blog ini semacam rumah sederhana bagi si empunya. Rumah dengan segala tulisan sederhana tentang berbagai macam hal yang memang ia ingin tulis. Gaya hidup tidak harus selalu terlihat 'wah' bukan? Gaya hidup di sini lebih merakyat. Ke hal apa saja yang memang aku sukai.
Untuk lebih spesifiknya beberapa tema di bawah ini yang sering nampang di blog ini :

1. Review
Mulai dari review buku, review tempat-tempat yang pernah dikunjungi, dan masih banyak lagi lainnya. Nge-review semacam ini bisa sangat membantu sekali untuk jadi bahan tulisan. Apalagi aku yang emang hobi baca, jadi makin mudah nyari bahan buat blog. Sebenernya untuk blog buku sendiri sudah ada. Cuman belum terawat sebagaimana mestinya. Masih riewuh ey, ngurus anak satu ini aja masih suka kadang-kadang, gimana mau ngurus yang lain? #halasan.
Semoga blog buku bisa segera terealisasi. Sebenarnya memang sudah ada sih, di www.bukunebukuku.blogspot.com. Tinggal ngerawat dan mempercantik aja, sama konsisten ngisi ding. 😅

2. Curhat Receh
Siapa nih yang masih suka curhat receh di blog? Toss.. kita sama. Meski semakin kesini, aku juga memilah mana yang pantas untuk dishare, mana yang aku tahan untuk jadi draft doang. Hehe.
Curhat receh di sini bisa berbagai macam bentuknya. Intinya kita share pengalaman kita akan suatu hal, semoga aja bisa diambil manfaatnya orang lain.

3. Traveling
Meski sampe sekarang belum melakukan perjalanan ke yang jauh jauh amat, nggak papa kan yak ngimpi dulu. Apalagi niche blog tema ini emang lagi buanyak banget digandrungi semua orang. Menuliskan tentang perjalanan ke sebuah tempat emang paling nyenengin, selain bisa kita save sampai nanti, tulisan kita juga bisa menjadi kenangan dengan bentuk lain. Dan biasanya lebih detail juga kalau sudah dalam bentuk tulisan.

4. Food Blogger
Wuih, siapa yang suka kulineran? Aku juga suka kok, tapi lihat-lihat isi dompet juga. Enggak harus ke resto-resto mahal, jajanan di pinggir jalan yang oke juga bisa jadi referensi. Paling enak emang tema ini nih, apalagi buat yang suka masak atau kulineran. Nha, yang ini juga belum kesampaian sampe sekarang tapi pengen nantinya bisa merambah ke sini juga. Hehe. Sapa tahu aja ye kan. Sudah, semuanya itu serba didoakan saja pokoknya. Tapi jangan lupa sambil usaha juga ya gaes. Ikhtiar dan doa, siapa tahu nemu emas satu kantong plastik di jalan, terus nikah. *Hlo, ini apa lagi? 😂

Itulah beberapa tema yang aku sukai untuk jadi bahan blog.
Kalau teman-teman sendiri lebih suka niche apa? Atau masih sama kayak aku yang gado-gado? Apapun yang penting lakukan dengan cinta ya. Ciee... *Uhuk
Read More

Selasa, 20 November 2018

Published November 20, 2018 by with 11 comments

5 Alasan Kenapa Menulis Blog


Kenapa menulis blog?
Menulis menjadi bagian penting dalam hidup saya. Orang introvert seperti saya biasanya lebih suka menyimpan sesuatu rapat-rapat. Padahal kita tahu yang namanya emosi harus dikeluarkan. Jika tidak, mungkin  bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Tidak harus dengan bercerita melalui suara bukan? Menulis menjadi alternatif untuk orang-orang seperti saya.
Awal mulai menulis dimulai dari menulis buku harian. Hingga usia saya yang mau menginjak 2* sekian (sensor) 😂, entah sudah berapa buku tulis yang saya habiskan untuk menulis buku harian. Selain menulis, hobi saya adalah membaca. Membaca apa saja yang menarik minat saya. Mulai dari buku-buku, artikel, dan yang sedang saya tekuni saat ini, blog. Yah, membaca berbagai macam hal nyatanya membuat saya merasa kerdil akan ilmu dan semakin haus untuk mencari tahu.
Lalu apa hubungannya sama blog? Baiklah, beberapa alasan dibawah ini saya ngeblog.

1. Hobi Menulis
Hobi menulis sejak duduk di bangku SD, sejauh yang saya ingat. Meski waktu itu hanya menulis buku harian. Semakin beranjak dewasa, hobi menulis tidak turun malah semakin menggebu. Menulis untuk saya sendiri seperti sebuah terapi. Terapi untuk tetap waras menjalani hidup yang tidak pernah mulus. Dalam ilmu psikologi menulis memang bisa menjadi semacam terapi  menyembuhkan jiwa yang sedang 'sakit'. Untuk makhluk-makhluk introvert, saya yakin pasti bisa merasakan hal demikian.

2. Pengen Hobi Jadi Profesi
Kalian pernah nggak punya impian kerja dari hobi? Kalau saya sendiri, ini semacam impian. Mengusahakan menulis bisa menjadi profesi? Kenapa enggak ye kan. Sebenarnya awal belajar menulis profesional ketika saya punya impian bisa menerbitkan buku saya sendiri. Ini tentu berawal saat saya suka membaca berbagai macam novel, alhasil saya jadi menekuni dunia literasi lebih dalam lagi. Tidak hanya menulis buku harian, menulis mulai merambah ke sebuah karya yang bisa dinikmati semua orang. Menulis cerpen, opini, artikel dan novel (meski untuk novel belum ada yang terealisasi. ) Membaca dan menulis adalah dua hal yang berkesinambungan. Ketika kita banyak membaca, maka semakin mudah kita menulis. Atau sebaliknya, semakin kita sedikit membaca maka kemampuan menulis juga bisa menurun. Saya pun merasakannya sendiri.
Setelah gagal mengikuti berbagai macam lomba kepenulisan seperti lomba buat novel, cerpen, puisi dan lain sebagainya membuat saya ingin menyerah saja. Huhu. Enggak mudah memang bisa tembus ke sebuah media. Lalu saya mulai meninggalkan tulisan fiksi saya di draft. Saya mencari sesuatu yang menurut saya lebih mudah dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui menulis. Dan akhirnya ketemu, ngeblog. Dan nyatanya ngeblog pun tak semudah membalikkan telapak tangan.

3. Menghasilkan Pemasukan
Awal mula kenalan sama blog yaitu dari blog mbak inokari. Aku tahu mbak inokari juga dari sosmed hlo, belum pernah ketemu dan udah ngefans. Gegara dia dulu kuters sama kayak saya. Pemburu hadiah di sosmed. 😅 Kenalan formal sama mbak satu ini emang nggak pernah, ujug-ujug aku komen, ujug-ujug SKSD. Dan tetiba mbak inokari buat blog, wuih ku jadi suka berkunjung. Coba lihat blognya disini.
 Nha, mulai dari sini aku juga makin tertarik karena ternyata banyak banget lomba yang bisa diikuti. Yah, namanya juga kuters ye kan, ada kompetisi dikit langsung tertarik, apalagi ngeliat hadiah yang terpampang. 😅 Persyaratan pertama ikut lomba blog tentunya punya blog sendiri. Alhasil, aku pun coba buat. Dan menekuni hingga kini. Sampai memberanikan diri beli domain dengan nama sendiri, gilak sih. Ya gimana enggak, tulisanku masih remeh temeh kayak remukan gorengan udah berani beli domain. 😅
Cerita sedikit nih, kenapa memberanikan diri beli domain, padahal tulisan juga masih acak adul. Alasannya adalah adsense yang saya ajukan ke google diterima. Yay, alhamdulillah. Jadi makin semangat ngeblog ye kan, kali aja beneran bisa jadi blogger dan dapet duit dari ini. Amiin. Iya, aminin aja, semoga beneran. Dan semoga doa baik kembali ke kamu juga yang sudah mengamini. 😍

4. Ngeblog Untuk Berbagi
Selain curhat dan ikutan lomba, ternyata manfaat blog masih banyak. Selain curhat untuk mengeluarkan uneg-uneg, ikutan giveaway, ikutan lomba biar dapet hadiah, ngeblog menjadi cara saya untuk berbagi pengalaman dan informasi. Meski untuk berbagi informasi sendiri, saya rasa blog ini belum sejauh itu. Berbagi pengalaman dengan pembaca. Siapa tahu apa-apa yang dituliskan disini bisa membuat orang lain sedikit mendapat pencerahan atau bahagia, semoga saja ye kan. Siapa tahu ada orang yang sedang mengalami hal yang sama dari cerita yang kita bagikan. Siapa tahu membantu seseorang untuk merasakan tidak hidup seorang diri. Efek dari menulis memang bisa sedahsyat itu kan? Terbukti dari makin banyaknya quote-quote yang bertebaran di dunia maya, yang kadang bisa menjadi pemicu seseorang untuk semangat, untuk bahagia, untuk tersenyum dan energi positif lainnya. Siapa tahu. 

5. Sebagai Wadah Rekam Jejak Abadi
Sering nulis curhatan receh di blog? Enggak papa, itu pertanda kita manusia biasa yang butuh ngeluarin uneg-uneg. Curhatan receh nyatanya bisa mendatangkan bahagia nantinya hlo. Kok bisa? Tanpa sadar ketika kita menulis sesuatu disini, itu akan menjadi keabadian. Menjadi semacam draft yang tidak bisa hilang. Dan  mungkin tiga sampai empat tahun lagi dengan mudah bisa kita intip lagi, apa aja sih yang pernah kita tulis disini. Misal pernah pergi ke suatu tempat, terus kita tuangkan, secara tidak langsung kita sudah memindahkan kenangan dengan cara yang lebih mendetail. 

"Oh, iya ya, dulu aku pernah kesana."
"Duh, kok aku pernah se-alay ini sih?"

Kan, mendadak jadi malu sendiri dengan ke-alayan pada jamannya. 😂 Ini menjadi bahagia yang sederhana bukan?
Menulis adalah keabadian. Termasuk mengabadikan ke-norak-an, ke-alay-an dan kegajelasan yang hqq. 🤣
Meski begitu, menulis di blog menjadi tempat rekam jejak yang menyenangkan.

Kalo untuk teman-teman sendiri, apa alasan kalian ngeblog? Boleh share jawaban di kolom komentar ya. :)
Read More

Rabu, 31 Oktober 2018

Published Oktober 31, 2018 by with 1 comment

(semacam) cerpen

"Aku ingin menikah lagi Rin." kalimatnya pelan. Tidak seperti biasanya.
"Kau mau menikah dengan siapa mas?" tanya Ririn dengan mimik wajah biasa saja. Ririn seolah tahu hal ini akan terjadi. Wajar, menurutnya.
"Maafkan aku Rin. Tapi ibu ingin aku punya anak. Dan ..."
"Dan itu tidak bisa kamu dapatkan jika masih hidup denganku kan?" Ririn menyela. Dia tahu apa yang menjadi pertimbangan suami dan mertuanya.
"Menikahlah mas. Menikah saja. Aku tidak akan menghalanginya. Jika itu bisa membuat ibu dan kamu bahagia, aku akan turut bahagia."
Ririn menambahkan. Ririn sadar diri, dia bukan wanita sempurna. Ririn tidak sama dengan perempuan pada umumnya. Setelah empat tahun pernikahan, Ririn dan Aldi tidak juga dikaruniai seorang anak. Setelah Ririn didiagnosa mandul, Ririn seakan menyerahkan semua hidupnya pada Tuhan. Dia tahu hal semacam ini akan terjadi, hanya menunggu waktu. Ririn baru menyadari bahwa cinta tak cukup untuk membina keluarga ini. Lelakinya, Aldi Permana sangat menginginkan kehadiran seorang anak. Dan itu adalah hal yang justru tak bisa ia dapatkan dari Ririn.
Setelah diagnosa dokter, hati Ririn cukup hancur. Bahkan sangat hancur. Selama hampir dua tahun ia menjalani berbagai macam terapi. Mulai dari cara tradisional hingga modern pernah Ririn lakukan, tapi apa daya, dia seorang manusia biasa. Tuhan belum mengijinkan. Tetapi suaminya kali ini mungkin sudah menyerah. Dan Ririn tahu akan hal ini. Dia sudah menyiapkan segala kemungkinan. Hatinya sudah lebih dulu hancur ketimbang mendengar pengakuan suaminya ini, jadi baginya ini bukan lagi sesuatu yang menyakiti. Memang sakit, tidak sesakit apa yang pernah Ririn terima sebelumnya.
Untung saja, Ririn masih punya Tuhan dalam kesehariannya, jika tidak, mungkin kewarasannya akan hilang. Ririn tidak membenci suaminya, ia menganggap bahwa ini atas seizin Tuhan. Seijin Alloh. Jadi bukan sepenuhnya kesalahan suaminya, pikirnya.
"Kita bisa tinggal bertiga disini. Aku akan menganggap ia sebagai adikku." meski kalimat Ririn tercekat, ia berusaha menyampaikan itu sepenuh hati.
"Maafkan aku Rin, tapi dia tidak terima. Dia mau menikah kalau aku sudah bercerai denganmu."
Ririn menghentikan mesin jahit di hadapannya.
"Lalu maksud mas?"
"Maafkan aku Rin."
Lelaki yang sedang menatapnya lekat mencoba mendekat. Ririn beranjak dari kursi jahitnya. Entah, bagaimana lagi dia harus berbuat. Tidak adakah cara lain selain berpisah? Tidakkah ingat bagaimana janji mereka berdua dulu?
"Tidak akan saling pergi, dalam keadaan apapun."kalimat yang mereka ucapkan dengan secangkir kopi yang mereka seduh, berdua. 
Mungkin seperti itulah yang biasa disebut banyak orang sebagai janji manis. Janji yang amat manis tapi nyatanya tak semanis itu. Mungkin juga manusia selalu lupa. Lupa dengan bahagia yang pernah mereka ukir, sebelum kepedihan seperti ini datang. Ririn menyesal mengucap janji di saat bahagianya. Mudah saja orang berucap janji dikala bahagia, yang sulit adalah berjanji di saat kepedihan datang. 
Ririn mengunci pintu kamar. Rapat. Aldi menunggu di luar. Aldi tidak tahu lagi harus bagaimana, dia adalah anak pertama. Lelaki pertama dan satu-satunya. Memiliki keturunan adalah impiannya dan tentu, ibunya. 
Aldi mengetuk pintu. 
"Rin, maafkan aku. Ini ibu yang meminta."
"Lalu tidak bisakah kau menolak? Lalu apa tidak ada cara lain? Aku bersedia jika memang kau harus memiliki wanita kedua, apa itu tidak cukup?" 
Ririn menangis, memeluk erat tubuhnya, sendiri. Dari balik pintu Aldi mendengar, jelas, tangisan istrinya. 
"Apa orang yang biasa kamu ceritakan itu adalah kamu mas? Cerita kamu tentang jika ada seorang lelaki yang sudah beristri memiliki perasaan dengan perempuan lain? Iya?"
Ririn keluar dari kamar. Menatap suaminya lekat. Aldi diam. Itu adalah jawaban. Kali ini, Ririn sudah cukup jelas. Jelas mengetahui siapa suaminya. Kepercayaan yang ia berikan seketika hancur. Lebur. Seiring kediaman suaminya.
Telah habis air mata Ririn. Penerimaan akan kenyataan yang rasanya begitu pahit dirasa kala ia dinyatakan tidak bisa memiliki seorang anak. Dan ia harus menempa getir dengan semua ini? 
"Tidak pernah kau mencintaiku mas. Tidak pernah. Sekarang, lakukan apa yang ingin kau lakukan. Malam ini, aku akan pergi dari rumah ini."
"Rin,,"Aldi memegang tangan sosok perempuan yang sedang menjatuhkan air matanya untuk keegoisannya. 
"Maafkan aku Rin."
Pada akhirnya cinta saja tidak cukup untuk menerima beberapa hal dalam hidup. Pada akhirnya cinta hanya akan menjadi pembahasan menyenangkan bagi remaja, tapi tidak bagi manusia-manusia dewasa. Cinta dan kebutuhan seolah menjadi hal yang berbeda bagi orang-orang dewasa.

Note: based on true story
Read More

Rabu, 03 Oktober 2018

Published Oktober 03, 2018 by with 6 comments

Review Garis Waktu- Fiersa Besari


Penulis: Fiersa Besari
Penyunting: Juliagar R.N
Penyunting akhir: Agus Wahadyo
Foto: Fiersa Besari
Penata letak: Didit Sasono
Desain cover: Budi Setiawan
Penerbit: Mediakita
Cetakan: Pertama, 2016
Jumlah hal.:  iv + 212 halaman
ISBN: 978-979-794-525-1

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.
Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.

Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.
***
Akhir-akhir ini saya selalu suka novel terbitan Media Kita. Banyak novel dengan cover manis, sederhana dan memikat (ini menurut saya). Media Kita melahirkan penulis muda dengan karakter baru, seperti Boy Candra, Tia Setiawati, Abdul Halim dan masih banyak lainnya, salah satunya Fiersa Besari. Saya juga sedang menulis prosa (ala-ala), kemudian menjadikan buku terbitan Media Kita sebagai 'pancingan' untuk mulai menulis (lagi).
Garis waktu merupakan buku kedua Fiersa Besari yang saya baca setelah Konspirasi Alam Semesta. Garis waktu merupakan rangkuman beberapa tulisan Fiersa Besari pada kurun waktu 2012 hingga 2016. Siapa yang tidak kenal lelaki satu ini? Saya yakin bagi penggiat buku-buku, nama Fiersa tidak lagi asing di telinga. Lelaki yang mempunyai beberapa profesi, selain penulis ia juga merupakan musisi, penangkap gerak dan pegiat alam. Kalau kamu mengenalnya sebagai apa? Saya mengenal lelaki ini melalui buku pertamanya Konspirasi Alam Semesta. Review buku pertamanya bisa kamu baca disini.
Dari segi cover, buku ini terlihat sederhana dan bersih. Cover depan juga menyiratkan isi dari buku tersebut. Entah kenapa, menurut saya, hampir semua cover terbitan Media Kita ini selalu menarik. Seperti yang tulis di atas, tampilannya sederhana tapi manis dan sarat makna. 
Garis Waktu seperti sebuah kumpulan surat-surat Fiersa yang tersimpan rapi dalam bentuk buku. Benang merah dari buku ini adalah saat tokoh 'aku' dan 'kamu' memulai kisah dari masa perkenalan, kasmaran, patah hati, hingga pengikhlasan karena akhirnya tidak bisa bersama, yang disusun berdasarkan kronologis bulan dan tahun.
"Seseorang yang tepat tak selalu datang tepat waktu. Kadang ia datang setelah kau telah disakiti oleh seseorang yang tidak tahu cara menghargaimu."
Novel yang menggunakan satu alur saja yaitu alur maju, membuat novel ini kurang greget. Ya wajar saja, dalam novel ini bukan buku yang mengisahkan beberapa kejadian. Masuk dalam kategori prosa yang tidak terlalu banyak konflik. Jangan bayangkan novel yang banyak percakapan atau narasi keadaan dan sebuah tempat, tidak. Novel disajikan dengan narasi dan diksi yang kuat, meski minim dialog. Pembaca seolah diajak untuk merenung dan membangun sendiri adegan demi adegan berdasarkan tokoh 'aku'. Meski fokus pada kisah dua orang anak manusia, novel ini setidaknya membuat kita mengerti bahwa hidup tidak akan seperti apa yang kita inginkan. Dalam perjalanan hidup, kita akan bertemu dengan berbagai orang, yang akan memberikan kita titipan kisah. Ada yang merajut bahagia, canda, tawa dan kesedihan serta mungkin akan mengajarkan kita arti kehilangan. *duh, dalem amat*.
Dalam buku ini, kita akan belajar arti kenapa ada orang-orang yang diberikan Tuhan hanya sekadar mampir, bukan menetap. Ada orang-orang yang merajut bahagia dalam beberapa kurun waktu lalu berakhir dengan perpisahan. Ada orang-orang yang rasanya sangat berarti tapi Tuhan menggariskan kita untuk tidak bersama sepanjang usia.*wushh.
Rekomended buat kamu yang sedang mengalami patah tulang *eh, patah hati maksud saya. Hehe. Kita akan menemukan jawaban kenapa kita harus mengalami kehilangan. Selami lebih dalam novel ini dengan tenang. Jangan gaduh, apalagi sampai mecahin gelas. XD
Memang buku-buku seperti ini terlihat begitu melankolis, bikin baper kalo kata orang. Ekek. Eh, tapi jangan salah, buku ini emang baper, tapi bapernya membangun kok. Kita secara nggak langsung punya mindset yang berbeda tentang patah hati. *ciee, curhat. uhuuk.
Secara keseluruhan buku ini rapi dengan narasi dan diksi yang sarat makna.
 Meski masih seputar jatuh cinta dan patah hati, novel ini ada sisi humanis dan sosial. Seperti cuplikan kalimat dibawah ini,
"Taruh dulu gadget-mu, lalu tatap mataku. Lupakan sejenak mengenai jejaring sosial di antara kau dan aku. Sadarkah bahwa itu semua semu?" hal-79
“Darimu aku belajar menjadi lebih baik.
Denganmu aku belajar untuk melakukan yang terbaik.
Tanpamu aku belajar untuk Memperbaiki. ”
(hal. 167) 
"Ketika kau melakukan usaha mendekati cita-citamu, di waktu yang bersamaan cita-citamu juga sedang mendekatimu. Alam Semesta bekerja seperti itu." (Hlm. 107)


Read More

Kamis, 20 September 2018

Published September 20, 2018 by with 5 comments

Cerita Tentang Kesetiaan


Tentang Kesetiaan.
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar perihal kalimat di atas?
Menerima.
Lalu apalagi yang kamu ketahui tentang penerimaan?
Saya gadis 24tahun yang di pertemukan Alloh kepada orang-orang yang sudah banyak mengenyam manis, pahit, asem dan asin kehidupan. Nanonano.
Saya suka mendengarkan orang berbagi pengalamannya. Disini saya ingin membagikan dua kisah Ibu Rumah Tangga, yang membagikan kisahnya dengan saya. Ini kenyataan bukan sinetron.
Saya tidak tahu bagaimana kehidupan berumah tangga yang sebenarnya. Karena saya memang belum melaluinya. Saya kadang heran, kenapa mereka suka sekali menceritakan perihal ini kepada saya yang masih 'bocah', karena kalo dipikir saya tidak akan bisa ngasih solusi atau pun masukan. 
Mungkin itulah yang dinamakan terapi bercerita, banyak orang yang hanya butuh didengarkan tanpa perlu dikomentari.
Perihal Ibu yang pertama, sebut saja A. Dia adalah seorang perempuan 33tahun dengan dua orang anak. Anak perempuan dan laki-laki. Dulu, sebelum kehidupannya berubah seperti sekarang, dia adalah gadis seperti kebanyakan. Gadis yang periang, yang memimpikan kehidupan rumah tangga 'normal'. Mempunyai suami mapan, dengan pekerjaan yang sudah bisa dikatakan makmur, Manager sebuah supermarket ternama.
"Lelaki itu akan tunduk pada tiga hal yaitu Harta, Tahta dan Wanita."
Saya yang masih single (elaah ), tidak terlalu menggubris barisan kalimat di atas, karena ya, saya nggak gitu tertarik untuk membahasnya. Tapi setelah mbak A ini cerita, saya baru sadar, apa-apa yang pernah ditayangkan sinetron di salah satu stasiun TV, dengan berbagai judul Suamiku Bersama Wanita Lain, atau apalah apalah, saya pikir, itu tayangan berlebihan dan tidak mendidik sama sekali. Ya kalik mendidik, jam tayangnya aja pas anak-anak pulang sekolah. Situ mau anak-anak kita dewasa lebih cepat dari usianya. Ish, kalimat barusan adalah salah satu haters dari sinetron tersebut. . Oke, lupakan.
Perselingkuhan.
Baik, kita sudah sampai inti dari masalahnya bukan? Ya, suami mbak A ini selingkuh. Bahasa kerennya, dia udah nikah tapi masih doyan pacaran. Lalu apa yang menarik? Mbak A  seorang istri yang tidak neko-neko, malah cenderung biasa-biasa saja. Bukan istri Manager yang glamor, mungkin bisa dikatakan biasa untuk ukuran istri Manager.Yang terpenting baginya adalah kehidupannya sudah cukup dengan memiliki suami dan anak, apalagi dapat bonus pekerjaan suami yang memang sudah mapan. Tapi emang dasar ni lakik yang nggak tahu bersyukur atau apa, dia selingkuh, tidak hanya sekali dua kali, tidak. Lima kali. Ya Alloh, bisa bayangin nggak tuh, Sampek yang terakhir bener-bener 'jadi'. Gilak, sabar banget Sik mbak kamu. Itu kalimat yang aku lontarkan. Pemaafnya kebangetan. Sampai dia masih bisa maafin meskipun udah lima kali di curangi, dan apa si perempuan ini membalas? Tidak. Dia masih punya harapan bahwa suaminya akan berubah. Setelah kejadian tersebut karir suami mulai hancur. Alhasil, keluarga yang masih di perantauan ini pun memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Jogja, dimana suaminya berasal. Harapan mbak A masih ada, berharap setelah suaminya kembali ke rumah, dimana dia di lahiran, dia berharap suaminya bisa (setidaknya) introspeksi diri. Tapi kenyataan memang tak selalu dengan harapan. Suaminya tidak berubah sama sekali. Kebiasaan dan adatnya masih sama. Bagi perempuan ini, anak-anak harus tumbuh dengan seorang Ayah. Ia tidak ingin anak-anaknya kehilangan figur seorang Ayah, nggak tega, katanya. Tapi apa setelah mereka hidup berdampingan dengan kondisi yang sudah tidak lagi sama, keadaan akan kembali seperti semula? Tidak. Ada yang bilang, kekecewaan itu ibarat seperti kertas yang diremas. Ketika kamu mencoba untuk mengembalikan kertas ke keadaan semula, itu sia-sia belaka. Bekas remasan itu masih ada, dan tidak bisa kamu kembalikan seperti semula. Tidak berlebihan, jika diibaratkan seperti itu. Sebagai seorang perempuan, seharusnya kesalahan yang sudah diulangi berkali-kali, itu bukanlah perkara mudah untuk memaafkan. Kata maaf, memang bisa saja ia ucapkan. Tapi perkara hati dan perasaan? Tidak berlebihan jika perempuan ini tak lagi menaruh percaya dengan suaminya sendiri. Lantas, disini siapa yang salah? Saya tidak ingin membahas tentang itu. Tidak.
Tapi saya jadi ikut mempertanyakan apa benar, perkara menikah hanya perihal kebutuhan biologis dan pengakuan bahwa ia normal semata? Setelah semua itu tercapai, ia dengan mudahnya untuk berpaling tanpa ingat bagaimana awal hubungan mereka bermula.
Dari sini mbak A menjawab sebenarnya masalah utama ada pada pengenalan ia (suami) dengan Tuhannya atau tidak. Ya, mbak A ini pun merasakan suaminya memang kurang mengenal agama atau bahkan tidak mengenal Tuhannya. Makanya rasa tanggung jawab juga tidak berarti bagi suaminya ini.
Meski begitu, mbak A tidak menganggap semua perempuan pelakor itu sama, tidak. Bahkan ada salah seorang temannya yang juga mempunyai 'profesi' sebagai pelakor, tapi mbak A ini bahkan berteman baik. Dia memang begitu terbuka tentang banyak hal, menurut saya. Dia sering sharing dengan teman pelakornya ini, bahkan temannya ini menilai suaminya memang tipe lelaki hidung belang. Dan yang paling tidak disangka berkat mbak A, si pelakor (yang merupakan temannya mbak A) ini berubah. Dia mulai berubah karena sharing barengnya dengan mbak A. Si Pelakor juga jadi sadar, bagaimana tindakannya selama ini melukai perempuan lain. Alhamdulillah dia masih di kasih kesadaran. Dan bahkan sekarang dia mulai menggunakan hijab.
Terkadang kita tak sadar, cerita yang kita bagikan sama orang lain, akan membuat perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Seperti kisah di atas. Ini real kenyataannya. Semoga mbak A diberikan jalan yang lebih baik lagi nantinya. Amiin.

Dan kedua sebut saja mbak B. Beliau seorang perempuan yang ditinggal suaminya karena pernikahannya selama beberapa tahun belum menghasilkan keturunan. Dia sudah mengusahakan banyak hal untuk mendapatkan momongan, tapi Alloh belum berkehendak, jika sudah seperti itu, manusia bisa apa? Menerima dengan terus berdoa dan ikhtiar bukan?
Lalu secara tiba-tiba dia (suami) dengan terang-terangan mengungkapkan bahwa ia ingin memiliki keturunan, dan salah satunya dengan menikah lagi. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mbak B ini, betapa hancurnya, betapa sakitnya. Dan sekali lagi, ini bukan cerita fiksi, ini nyata. Orang yang mengalaminya ada dihadapanku, saat ini. Apa yang perempuan ini katakan, dia bersedia jika seandainya suaminya ingin menikah lagi. Mungkin, perempuan ini ingin memberikan kebahagiaan pada suaminya , walaupun harus dengan cara seperti ini. Tapi apa yang suaminya katakan?
"Tapi dia tidak mau di madu."
Dan suaminya setuju dengan calon istri barunya tersebut. Ya Alloh, enggak tahu lagi gimana mbak B ini mengahadapi kenyataan pahit ini. Seolah ia sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sakit tubuh yang ia rasakan karena terapi tak sebanding dengan pernyataan suami barusan. Ini lebih menyakitkan, aku tidak meragukan itu. Dan yang lebih menyakitkan bahwa suami mbak B ini menceritakan yang ternyata dia sendiri pelakunya. Suami mbak B diam-diam telah menjalin hubungan sebelumnya.
Lalu yang kemudian menjadi pertanyaan dari kisah keduanya, apa memang cinta bagi orang-orang dewasa tidak lagi ada? Mereka akan lebih memilih menggunakan logika daripada hati nuraninya? Apakah memang seperti itu?
Jika yang mau mereka terima hal baik saja, lalu dimana letak hati yang selama ini ada dalam diri?  Jika memang sudah mengikrarkan janji, suka dan duka bukankah memang harus dijalani bersama? Apa cinta memang hanya untuk manusia yang masih berusia belia? Apa cinta memang hanya milik muda-mudi dan setelah dewasa semua hal harus menggunakan logika?
Mungkin, di luar sana juga masih ada kasus-kasus serupa.
Perselingkuhan dengan alasan apapun saya rasa tidak dibenarkan, entah dari segi agama atau moral.
Read More

Selasa, 04 September 2018

Published September 04, 2018 by with 8 comments

4 Situs Ruang Belajar Blogger


Melanjutkan hobi untuk menghasilkan karya dan pundi-pundi rupiah merupakan kesenangan tersendiri untuk aku. Sebenernya cita-cita awal nulis adalah ngimpi bisa nerbitin buku sendiri, tapi apalah daya daku belum bisa menyelesaikan tulisan sampai akhir. Beberapa draft masih tersimpan rapi di hati flash disk dan belum menemukan jalannya. Elaah,, apaan yak. 
Sebelumnya nggak kepikiran kalau mau serius di dunia blogging ini, kenapa? Ya, karena kalau cuman nulis aja tapi nggak ada duitnya #matrehabis semangat buat nulis kan juga sayang, waktu, tenaga, dan pikiran bukan? 
Tahun 2014 aku yang addict sama FB ketemu sama temen-temen baru. Temen yang suka ikutan kuis dan cari hadiah. Beberapa kali pernah dapet, mulai dari pulsa, flash disk, sepatu dan buku. Kuis bagiin status orang aja sih, belum pernah ikut lomba blog. Beberapa teman ada yang sudah mengikuti lomba blog, awalnya tidak tertarik aku nggak bisa buat artikel panjang dan kece. Hehe
Tapi setelah tahu kalau blog itu bisa menghasilkan pemasukan, aku jadi tertarik, kenapa aku nggak coba aja ya kan? Lagian cuman tinggal ketik-ketik doang. But after tahu gimana proses nulis artikel yang high quality , ternyata itu not easy, rasanya makin tertantang dan penasaran gimana temen-temen blogger yang lain bisa menghasilkan kualitas tulisan yang kreatif, oke dan kece badai, lewat otodidak pelan-pelan daku mempelajarinya  gaeees. Beneran, buat artikel nggak segampang yang aku pikir. Tapi ini tantangannya. 
Ngeblog semakin semangat tatkala aku mendaftarkan diri di adsense. Dan diterima. Mungkin rasanya kayak diterima kamu, kaliik. XD
Adsense adalah layanan penayang iklan di google. Dan kalau bisa di terima adsense, kita punya peluang besar untuk dapet pemasukan dari blog. Wuhuu... siapa yang nggak mau coba? Kan aku jadi pengen, apalagi bisa jadi Mom Blogger nantinya, beneran, its a big dream. Ngebayangin kamu jadi emak-emak, stay di rumah, ngurus suami dan anak tapi bisa produktif dan dapet duit?? melalui blogging , aku mauuu dongg... 
Ngimpinya udah panjang banget kan yak?? ekek. Udah san, mikir calon imamnya aja dulu. *lemes XD
Akhirnya memberanikan diri beli domain blog sendiri, dan jadilah arisantiwedotcom. Harapannya semoga bisa jadi blogger yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan syukur-syukur orang lain. Hehe.
Menjadi blogger pemula butuh banyak referensi blogger yang udah expert untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Selain itu kita bisa berkenalan dengan orang-orang yang mempunyai passion yang sama dan semangat ngeblognya bisa terpacu.
Beberapa blog dibawah ini bisa kamu jadikan referensi sebagai ruang belajar blogging : 
  • Sugeng.id
  Siapa yang tidak kenal mas sugeng? Coba kenalan dulu. Bagi blogger pemula, mas sugeng bak seorang guru yang mengajari murid-muridnya. Suhu-nya blogger, boleh dibilang begitu. Blog dengan tampilan sederhana ini, sangat recomended untuk blogger pemula (sepertiku). Banyak informasi yang bisa dipelajari terutama seputar dunia blogging. Mas Sugeng juga akan membagikan tips yang sangat membantu untuk memulai jadi seorang blogger. Selain itu, mas sugeng juga menyediakan beberapa template yang bisa kamu gunakan untuk mempercantik blog.
                                
  • KlikMania.net
  • Klik Mania didirikan oleh Gani Sebastian. Dalam blog ini, aku biasanya cari tahu tentang dunia seputar blogging.  Mulai dari dasar-dasar ngeblog, tutorial ngeblog hingga mempelajari adsense. 
                                 
  • Panduanim.com
Panduanim.com menyajikan artikel yang juga sangat membantu untuk blogger pemula. Dengan bahasa yang lebih sederhana dan pastinya mudah dipahami, membuat blog ini juga menjadi daftar referensi blogging yang wajib dibaca semua artikel blognya. Mulai dari dasar ngeblog hingga tips menghasilkan jutaan rupiah per bulan hingga menyajikan artikel tentang seo yang membuat blog kamu bisa nangkring di halaman pertama mesin pencari mbah google, semuanya ada disini. 
                                    
  • Peridiri.com
Meskipun bukan blog murni yang membahas tentang blogging, tapi aku selalu suka mengunjungi blog ini. Kenapa? karena blog ini juga menyajikan artikel yang inspiratif, seperti artikel dengan judul 'Arti Senja Yang Berwarna Jingga' 
                                                             
Empat situs di atas yang biasa aku kunjungi untuk cari referensi seputar blogging. Kalo kamu sendiri suka cari referensi dimana? Boleh dong bagi infonya kesini, atau blog kamu juga bisa jadi referensi daku? Coba tinggalkan jejak, daku akan berkunjung ke 'rumah' kamu. Salam kenal :)                                                                                                                             



Read More

Jumat, 31 Agustus 2018

Published Agustus 31, 2018 by with 0 comment

Cara Menampilkan Jumlah Pengunjung di Blog

Holla,,
Tema kali ini aku mau ala-ala blogging tentang gimana caranya menampilkan jumlah pengunjung di blog, khususnya blogspot.
Ada yang mau tahu nggak nih?? 
Nggak, nggak ada santii. XD
Mungkin ini masalah sederhana, tapi bagi blog pemula (sepertiku), biasanya butuh mbah google dulu sebelum memulai sesuatu. Wkwk
Tapi aku mau nanya dulu nih, menurut kamu penting nggak sih page views ini? Kalau untuk aku pribadi, pentiiing. Kenapa? Biar nambah semangat kalau tiap buka blog.
"Eh, ternyata ada yang mau baca hlo."
Well, tahu kalau ternyata blog ini ada yang mau baca adalah kesenangan yang hqq. Bikin semangat nulis, bikin semangat nyari sesuatu yang baru. Makin semangat benerin tulisan dan hidup. Dan makin semangat belajar ngeblog yang bener dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ekek

Di bawah cara menampilkan page views:

  1. Klik Tata Letak, kemudian pilih Tambahkan Widget         

                           
2. Kemudian add Statistik Blog

3. Yang terakhir letakkan sesuai keinginan
          

Mudah bukan? Jadi gimana, menurut kamu penting nggak page views ditampilkan di blog? Share jawaban kamu kesini ya. :)

Read More

Selasa, 28 Agustus 2018

Published Agustus 28, 2018 by with 0 comment

Resensi Novel Pergi Tere Liye

Penulis : Tere Liye
Co-author: Sarippudin
Editor: Triana Rahmawati
Cover: Resoluzy
Lay out: Alfian


Blurb:
"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan,
kemana hendak pergi,
melalui kenangan,
demi kenangan masa lalu,
pertarungan hidup-mati,
untuk memutuskan
kemana langkah kaki
akan dibawa.
Pergi."

Diawali dengan adegan Bujang, Salonga, White, Kiko dan Yuki berada di sebuah gudang kontiner dekat dengan stasiun kereta api di perbatasan Meksiko. Mereka sedang baku tembak dengan musuh. Meski sebenarnya yang sedang baku tembak adalah Salonga dan Bujang sedang Kiko dan Yuki (Si Kembar) hanya menikmati jus nan segar yang ia bawa. Sungguh adegan yang mengundang tawa. XD
Mereka sedang berusaha untuk merebut tekhnologi Keluarga Tong yang dicuri oleh kelompok lain. Teknologi yang sangat penting untuk keluarga Tong. Prototype, begitu mereka menyebutnya.Masalah yang sedang di hadapi Bujang sebenarnya adalah Master Dragon, salah satu penguasa shadow economy. Master Dragon menabuh genderang perang dengan keluarga Tong. Master Dragon ingin menghabisi Bujang.
Bujang siapa? Bujang adalah Tauke Besar di Keluarga Tong saat ini karena Tauke Besar sebelumnya sudah meninggal (dalam buku Pulang). Diceritakan bahwa ada delapan keluarga pemilik shadow economy di Asia Pasifik, salah duanya Keluarga Tong dan Master Dragon.
Konflik kembali muncul ketika seseorang yang tidak Bujang kenal muncul dan juga berusaha merebut teknologi Keluarga Tong.
"Agam."sosok lelaki dengan topeng berwarna hitam itu berucap, seketika Bujang terpana. Bagaimana tidak? Lelaki yang tidak ia kenal memanggilnya dengan nama asli Bujang, padahal hanya tujuh orang yang tahu nama asli Bujang dan lelaki yang sedang berhadapan dengannya ini bukan salah tujuhnya. Ini membuat Bujang tidak berhenti memikirkan lelaki yang tampak seperti zorro tersebut, apalagi lelaki yang juga memanggilnya 'Hermanito' itu berhasil merebut teknologi milik keluarga Tong. Hermanito dalam bahasa spanyol berarti kakak/adik kecil (benarkan jika salah). Karena pertemuan dengan seseorang yang mengaku sebagai El Spiritu inilah akhirnya Bujang menemukan siapa dirinya, Bagaimana kehidupan Ayahnya kala itu, kehidupan sebelum Bujang lahir, kehidupan masa muda sang Ayah yang membawa Bujang pada kenangan masa lalu yang belum pernah ia tahu sebelumnya.
Tidak sampai disitu Bujang mendapati beberapa tantangan dalam satu waktu. Percobaan pembunuhannya beberapa kali digagalkan oleh orang-orang terdekatnya bahkan ada satu scene yang membuatku begitu sedih, dimana ada seorang anak berusia delapan belas tahun putra dari Lubai meninggal karena menyelamatkan Bujang dari kematian. Seorang anak muda yang mempunyai cita-cita luhur untuk banyak orang. Sedih aku tuh kehilangan Rambang. ekekek
Hingga bab hampir habis saya belum menemukan definisi 'Pergi'. Seolah-olah pembaca diajak untuk menelusuri kemana akhirnya Bujang akan membawa keluarga Tong ini pergi? Apakah selamanya ia akan meneruskan shadow economy atau Bujang akan menemukan jalan yang lebih baik daripada bisnis ini?
"Kehidupanmu ada dipersimpangan berikutnya, Agam. Dulu kamu bertanya tentang definisi pulang, dan kamu berhasil menemukannya, bahwa siapapun pasti akan pulang ke hakikat kehidupan. kamu akhirnya pulang menjenguk pusara Bapak dan Mamak mu, berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Tapi lebih dari itu, ada pertanyaan penting berikutnya menunggu dijawab. Pergi. Sejatinya, kemana kita akan pergi setelah tahu definisi pulang tersebut? Apa yang harus dilakukan? Berangkat kemana? Bersama siapa? Apa 'kendaraanya' ? Dan kemana tujuannya? Apa sebenarnya tujuan hidup kita? Itulah persimpangan hidupmu, Bujang. Menemukan jawaban tersebut. 'Kamu akan pergi kemana nak?" hal-128
Di beberapa bagian TL menulis (yang menurut saya) sindirian untuk oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti,
 "Aih, bicara soal merampok, politisi korup di dunia jauh lebih sadis dibanding perampok bank, mereka bisa merampok uang berkali lipat tanpa harus menarik pelatuk senapan, cukup lewat transfer."-hal 286
Kalimat fiksi yang nyata bukan? Novel Pergi merupakan sekuel dari novel Pulang. Saya sendiri belum baca novel tersebut, tapi itu tidak menjadi masalah karena Tere Liye menghadirkan beberapa cuplikan dalam novel Pulang kesini, jadi tidak terlalu sulit untuk memahami cerita dalam novel Pergi. Tapi tetep kalo udah baca novel Pergi pasti penasaran sama novel Pulang.
 Tere Liye menghadirkan novel Pergi dengan narasi yang ciamik di setiap babnya. Narasi yang tidak terlalu berat dan mudah dipahami membuat pembaca betah untuk terus melanjutkan dari bab ke bab.
Meski bukan penggemar Tere Liye yang addict tapi saya tahu jika akhir 2017 lalu Tere Liye sempat mengumumkan bahwa tidak lagi menerbitkan novel cetak dan entah kenapa akhirnya beliau mau menerbitkan (lagi). oke, saya tidak mau membahas tentang itu. Lanjut ngobrolin novel Tere Liye yuk.
"... dalam banyak hal kita tidak bisa memilih waktu terbaik. Saat sesuatu itu datang, kita hanya bersiap menghadapinya." hal-195
Indonesia,Meksiko,Singapura,Spanyol,Moskow,Tokyo adalah beberapa setting tempat yang TL buat. Deskripsi dan narasi dari TL yang menuliskan keindahan dan detail dari setiap tempat, serta beberapa budaya di setiap negara benar-benar memikat hati. *uhuk
Novel action dibumbui dengan komedi di beberapa bagian membuat novel ini semakin seru untuk terus dilanjutkan. Diselipi kisah asmara Ayah Bujang yang cukup pelik. Beneran, bikin nggak berhenti bacanya. *uluhuluh
Kisah-kisahnya layak seperti film hollywood, jadi ngebayangin kalo misalnya beneran di jadikan film. Sebelumnya saya bukan tipe yang suka menghabiskan novel bergenre action (kalo genre action biasanya lebih suka filmnya), tapi ini novel setebal 456 halaman habis dalam lima kali baca, bener-bener rekor untuk saya sendiri. Hehe. Karena biasanya novel setebal ini bisa saya selesaikan lebih dari dua minggu. Ekek.
Novel yang syarat akan arti kehidupan (duh, dalem amat), tentang pengkhianatan, tentang persahabatan, tentang keluarga dan akhirnya menemukan tujuan, bagus untuk dinikmati semua kalangan. Meski akhirnya menurutku endingnya masih nggantung sih.
Nikmati saja setiap alurnya, siapkan makanan yang banyak ya. :D         

Read More

Selasa, 14 Agustus 2018

Published Agustus 14, 2018 by with 0 comment

Pantes Gallery : Pilih Dekorasi Rumah Sesuka mu


Rumah.
Rumah salah satu tempat bernaung kita sehari-hari. Mempunyai rumah yang nyaman merupakan idaman semua orang. Nyaman suasana, entah suasana rohani maupun jasmani. Nyaman rohani tentu bisa saja didapatkan dari ketentraman di dalam rumah itu sendiri. Bagaimana sebuah keluarga membangun kenyamanan antar anggota keluarga, agar masing-masing anggota keluarga betah berlama-lama di rumah sendiri, tentu suasana ini diciptakan oleh kesepakatan bersama. Misalnya dengan aturan main yang sudah di sepakati bersama. Karena memang rumah menjadi sekolah pertama bagi semua anggota keluarga, mulai dari Ayah, Ibu dan anak. Meski sudah menjadi anggota keluarga tentu semuanya saling belajar satu sama lain. Ini menurut saya pribadi.
Duh, kayak aku ini udah pengalaman membangun rumah tangga aja ya. Hehe
Kalau secara jasmani sendiri, lingkungan keluarga sangat mempengaruhi. Mulai dari desain rumah, dekorasi, penataan ruang hingga pemilihan barang-barang yang ada di dalam rumah itu sendiri.
Ngomongin tentang isen-isen rumah, mungkin situs pantesgallery.com bisa jadi referensi kamu untuk membuat desain dan konsep rumah idaman.
Ngomong-ngomong kamu pengen rumah tangga  yang seperti apa sih? Pernah punya impian," Nanti kalo aku udah nikah, terus punya rumah sendiri aku mau rumah yang sederhana tapi nyaman." (Nah, ini mah kepengenanmu san)
Atau kamu udah punya rencana pengen membangun rumah tangga dengan desain minimalis, cat warna putih, dalemnya di hiasin sama benda-benda klasik atau udah deh yang penting punya rumah dulu.Rumah tangganya aja belum punya udah mikirin isen-isen. Wkwk
Eits, ngimpi itu nggak masalah kok yang penting ada usahanya. Kalau cuman ngimpi tapi mager, ya udah deh bakalan ngimpi aja muluk.
Ada kabar gembira buat kamu yang mau cari referensi situs dekorasi rumah, khususnya yang tinggal di Semarang langsung aja kunjungi pantesgallery.com
.
 Di pantesgallery.com kita bisa cari referensi melalui ketik-ketik jari aja. Cuman butuh nulis www.pantesgallery.com
semua informasi mengenai dunia rumah bisa kamu dapatkan di situs ini. Mulai dari informasi pintu, jendela, dinding, lantai, dapur, kamar mandi hingga atap. Pantes Home Decoration Gallery memiliki berbagai model dan fungsi dari berbagai merek ternama dunia. Kebutuhan setiap rumah tangga masing-masing keluarga memang berbeda. Perbedaan ini ada faktor dari budget rumah tangga tiap keluarga, di pantesgallery.com kita bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan sesuai dengan luas rumah dan tanah yang kita miliki.
Seperti contoh dibawah ini :


Kita bisa menyesuaikan dengan ukuran tempat yang kita miliki di dalam rumah. Di pantesgallery.com menyediakan kebutuhan rumah yang lengkap mulai dari Hinge pintu dan jendela,  lock pintu dan jendela, patch fittingm dan handle pintu dan jendela. Seperti gambar dibawah ini:


Buat yang masih bingung mau pilih yang apa? yang gimana? yang cocok yang mana ya? Tenang, di pantesgallery.com juga ada artikel terkait masalah rumah tangga yang biasa di hadapi konsumen. Melalui artikel di pantesgallery.com selain menambah pengetahuan juga bisa jadi bahan pertimbangan sebelum kita memutuskan untuk mendesain rumah. Seperti beberapa artikel di bawah ini nih :


Dimana sih Pantes Gallery berada?? Untuk yang tinggal di Semarang kamu bisa langsung datang aja ke  Head Office-nya di Jl. Pekojan-Pertokoan THD a/7 Semarang- Indoonesia.
Selain itu kamu juga bisa konsultasi gratis melalui hotline Pantes Home Decoration Gallery. (024) 352 202
Yah, kejauhan atuh san. Aku kan tinggal di Klaten. Ya udah, cuss websitenya di www.pantesgallery.com atau IG @pantesgallery .

Nha mudah kan?
Cuuss Galeri dekorasi rumah dengan koleksi keramik/granite tile terlengkap di Semarang, ya Pantes Gallery tempatnya.
Read More

Selasa, 07 Agustus 2018

Published Agustus 07, 2018 by with 0 comment

Beberapa Hal dibawah Ini Bisa Kamu Lakukan Sebelum Belanja Online

Di era yang serba digital saat ini, banyak sekali kemudahan  yang bisa kita dapat. Mulai dari pembayaran online, jual-beli online sampai kerjaan juga bisa  via online. Kalau kamu sendiri pernah transaksi online apa? Kalau aku pribadi mulai sering melakukan pembayaran dan jual-beli online. Dari beli pulsa HP, listrik, pembayaran online sampai berdagang online. Semuanya udah pernah di cobain dan bikin ketagihan karena menghemat waktu dan tenaga. Yah, kita kan tinggal klik klik aja, kelar deh.
Terus gimana rasanya belanja online? Lebih seneng online atau offline aja?
Dua-duanya suka, tergantung sikon.  Kelebihan belanja offline adalah kita tidak akan kecewa karena barang bisa kita lihat langsung. Kalau untuk online sendiri lebih  menghemat waktu dan tenaga. Saat ini aku masih bekerja di sebuah perusahaan swasta. Dari jam 08.00 sampai 16.00 aku habiskan waktu di kantor, tentunya ini membuat aku lelah sekali. Apalagi jarak rumah dan tempat kerja cukup jauh. Sekitar sejam kalau di tempuh pakai motor. Huhu. Kasihan deh gue. Jadi belanja dan jualan online membantu sekali.
Kalau belanja online apa nggak takut kecewa tuh?
Pernah, beberapa kali kecewa waktu melakukan pemesanan. Karena ternyata barang tidak sesuai dengan aslinya, yah ini mah resiko belanja online. Hehe. Kalau takut kecewa, ya nggak usah beli online.
Hal apapun pasti memiliki dua sisi, entah untung entah rugi, entah baik entah buruk. Yah, sama lah kayak era digital saat ini. Berbagai kemudahan bisa kita dapat, tapi kita juga harus siap menanggung resikonya kan?
Seperti belanja online. Di satu sisi banyak sekali barang-barang menarik terpampang di hadapan kita, yang kadang tidak bisa di cari secara offline. Kita mau beli atau tidak, itu pilihan. Kita mau menanggung resiko atau tidak, itu juga pilihan. Woh,, bahasanya berat kali yak. Hehe.
Kayak, kalau kita mau belanja online artinya kita juga harus siap kalau yang kita beli tidak seratus persen seperti di gambar. Yah, online kan menang di picture buk. Kalau mau offline, sudah biasa dan biasanya barang-barangnya tidak terlalu bervariasi seperti kalau kita belanja online. 
Belanja secara online sebenarnya tidak semua toko hanya menang di gambar hlo, asal kita tahu karakter dari toko yang mau kita beli. Beberapa tips di bawah ini, mungkin bisa membantu kamu belanja online.
1. Pastikan Toko Terpercaya
Pastikan dulu banyak nggak sih yang beli di toko tersebut.  Melihat dan membaca ulasan buat aku penting sekali buk. Sekilas kita bisa tahu gimana reaksi konsumen yang sudah berbelanja di toko ini. Hal ini pun relatif karena selera tiap orang berbeda-beda. Bagi si A kualitas barangnya sudah cukup bagus, tapi bagi si B, belum tentu sama. Tapi setidaknya kita tahu lebih banyak menilai puas atau tidak.
2. Lihat Followers di Medsos
Memang hal ini tidak bisa jadi patokan karena follower juga bisa di beli. Setidaknya kita bisa membandingkan testimoni yang tertera dengan followersnya.Biasanya bisa cek testimoni yang biasanya sudah di screenshot oleh para penjual. Untuk menarik kepercayaan konsumen penjual membuktikan bukti testimoni dengan screenshot percakapan antara penjual dan pembeli.

3. Jangan Mudah Tergiur Dengan Harga Murah
Banyak sekali barang sama dengan harga yang berbeda. Sekarang pun banyak sekali penjual yang merangkap sebagai reseller, kamu bisa pastikan si penjual dari tangan pertama atau bukan. Harga yang murah biasanya berasal dari suplier. Dan pastikan bahwa gambar yang dijual adalah foto asli dari barang tersebut. Setidaknya ini mengurangi resiko barang tidak sesuai yang di foto.
4. Lihat Detail Produk Yang Ingin Dibeli.
Detail produk menurutku penting banget, karena kita dengan gampang mempunyai gambaran produk yang akan kita beli. Mulai dari ukuran, warna, jenis barang, perbedaan produk yang satu dengan yang lain dan kelengkapan yang diberikan toko pada konsumen. Kita juga mudah mengklaim ketika misalnya ada kelengkapan yang tidak disertakan di pengiriman.

Itu empat hal yang biasa aku lakukan sebelum belanja online.
O, iya jangan lupa cintai produk lokal ya. Jangan melariskan produk luar mulu. Huhu. Sedih aku tuh kalo kayak gini. Hehe.
Ngomongin produk lokal, kamu bisa kunjungi situs Qlapa.com. Di Qlapa.com kamu bisa menemukan produk handmade buatan saudara kita di Indonesia hlo. Barangnya berkualitas, dan semua gambar yang ada di Qlapa adalah gambar aslinya bukan jiplakan.
Kamu bisa menemukan produk lokal yang berkualitas dan unik di Qlapa.com. Mulai dari asesoris, baju, celana, furniture, hingga case hp yang unik seperti ini.

Di bawah ini beberapa contoh barang yang bisa kamu dapatkan di Qlapa.com


Qlapa.com adalah mall online yang menjual  produk handmade atau kerajinan tangan asli dari Indonesia langsung dari pembuatnya. Situs ini merupakan rumah produk handmade asli Indonesia yang dijual langsung oleh sang kreator produknya.
Di Qlapa.com memiliki sistem yang ketat bagi si penjual produk, itulah kenapa kualitas Qlapa.com tidak bisa diragukan lagi.
Dilansir dari wartaekonomi.co.id,"Semua penjual di Qlapa melalui proses wawancara dan screening process. Kemudian, produk dikurasi dan melalui proses quality control untuk melihat kesesuaian antara produk asli dengan foto produknya," tegas Benny.  Jadi penjual di qlapa.com sudah terakurasi dari segi kualitas. Benny Fajarai merupakan Co-Founder dan CEO Qlapa.com.
Nama Qlapa sendiri terinspirasi dari pohon kelapa. Dimana pohon kelapa sangat berguna bagi manusia mulai dari akar, pohon, buah, serabut hingga daun kelapa. Semuanya bisa di manfaatkan untuk kehidupan manusia. Qlapa.com pun berharap situs ini bisa menjadi rumah handmade Indonesia yang bisa dimanfaatkan para penjual dan pembeli untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap produk lokal. Selain itu dilansir dari laman liputan6.com 
“Melalui Qlapa, kami juga berharap kerajinan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas baik skala nasional maupun internasional,” ujar Benny melalui keterangan resminya, Jumat (20/11/2015). Semoga kerajinan tangan dari Indonesia makin berkembang dan menjadi produk yang digemari masyarakat utamanya penduduk dalam negeri.
Nha, buat kamu yang lagi nyari hadiah unik, klasik serta rasa Indonesia banget? Qlapa.com wajib menjadi pilihan pertama kamu.Gimana,kamu tertarik dengan produk dalam negeri? Cuss, bisa langsung ke Qlapa.com aja. Semua handmade, asli dari Indonesia. Yuk, merdeka kan Indonesia dengan membeli produk-produk dalam negeri. #MerdekaProdukLokal #MerdekaProdukIndonesia

                                              
Read More

Sabtu, 21 Juli 2018

Published Juli 21, 2018 by

5 Permainan Tradisional yang Bikin Kangen Ngumpul Bareng Temen (lagi)



"Hompimpa alaium Gambreng"
  Limasampai sepuluh anak mengucapkan mantra magis. Tangan putih hitam mereka bolak balikkan. Dengan warna putih yang sama atau hitam yang sama (asal warnanya sama) mereka akan keluar, sementara yang lain masih menyelesaikan mantra magis sampai hanya tersisa satu warna berbeda; untuk mencari siapa yang menjaga ‘tempat suci’. Saat sudah menemukan penjaga ‘tempat suci’ berupa tiang, kesemua anak  akan menyebar. Menghilangkan diri dan menyembunyikan diri; untuk sementara waktu. ‘Si Penjaga’ masih berhitung. Mulai dari hitungan satu sampai sepuluh, atau hitungan yang lebih banyak lagi. Seperti yang sudah disepakati, siapapun yang menjaga ‘tempat suci’ tidak boleh melirik ketika ‘pasukan’ menyembunyikan diri. Ada yang menurut tak sedikit bedebah kecil mengingkari. Hingga hitungan telah usai, ‘si penjaga’ siap mencari. Mengendap-ngendap. Matanya melirik kesemua arah, seolah dia harus mempunyai beberapa mata agar ‘tempat suci’ tetap aman. Dari balik semak ia mendengar sesuatu. Seperti seekor kucing sedang bersembunyi dari singa.
Sampai ‘si penjaga’ menemukan seorang pasukan.

Kamu lahir tahun 1990s ? Membaca narasi di atas pasti  tahu jenis permainan tradisional apa yang aku maksud. Yups, petak umpet. Dalam bahasa jawa delikan. Ada yang kangen sama permainan tradisional satu ini? Suasananya, kebersamaan anak-anak berkumpul, semua menjadi kekuatan magis tersendiri. Sayang, permainan tradisional ini semakin lama semakin menghilang di telan jaman. Jaman yang katanya 'modern'. Setiap hal memang memiliki dua sisi kan, baik dan buruk. Tak jarang anak-anak nineties banyak yang merindukan masa-masa kecil mereka, karena sudah jarang di temukan anak-anak seperti di era 90-an.
Mengobati kerinduan di era 90-an, di bawah ini beberapa permainan tradisional yang bikin kangen.
1. Petak Umpet
  
Petak Umpet biasanya dimainkan beberapa anak bisa tiga sampai tak terhingga. Beberapa anak akan sembunyi dan satu akan mencari. Masih ingat nggak gimana serunya permainan ini? Dalam permainan tradisional tidak ada perbedaan si kaya dan si miskin. Unsur strata sosial tidak lagi penting untuk anak-anak ini. Ketika mereka berkumpul, mereka adalah sama: makhluk sosial. Dalam permainan ini tidak yang kalah atau menang. Hanya ada unsur si penjaga dan pasukan yang sembunyi.Kecurangan dalam permainan ini sangat lucu, ketika ada beberapa bedebah kecil yang bersengkokol untuk menjadikan di penjaga sebagai penjaga selamanya. Sungguh ini kemalangan yang di rindukan. Hehe
2. Engklek
Engklek, di Jawa Tengah permainan ini disebut demikian. Mungkin akan berbeda jika permainan ini di daerah lain. Engklek memiliki beragam jenisnya mulai dari engklek pesawat, engklek payung sampai engklek rumah. Ah, sungguh ajaib pemberi nama permainan ini. XD
Yang tidak ada dalam permainan modern adalah penyebutan nama permainan yang berbeda. Permainan tradisional ini memiliki beberapa macam nama, tergantung dari mana daerah ini dimainkan. Tidak seperti permainan modern, yang terkenal dengan satu nama saja. Engklek bisa di mainkan minimal dua orang. Setiap anak harus mempunyai tuju atau gaco. Tuju adalah semacam alat untuk menandai si pemain sudah sampai pada kotak nomor berapa. Biasanya berupa pecahan genteng atau eternit. Kemudian si anak akan melakukan 'ritual' angkat satu kaki dalam setiap kotak yang tersedia. Ini sungguh permainan yang mengasah tenaga. Jangan lupa es dan some untuk melanjutkan permainan sampai pada tahap akhir. XD
3. Congklak
sumber:lampost.co

Congklak atau dakon biasanya dimainkan dua orang sajo. Di hadapannya akan terhampar sebuah tempat seperti cetakan roti berjumlah sembilan. Dua berukuran bersar dan tujuh diantaranya berukuran kecil. Permainan dimulai dengan suit, yang menang main duluan. Biasanya kalau udah main duluan, anak-anak berkelas sudah tahu mana yang harus mereka ambil agar terus bisa berjalan tidak hanya satu kali. Anak-anak yang mempunyai indra pengingat tajam akan dengan mudah berjalan dalam permainan ini. Uniknya lagi ketika 'isi' dari congklak ini hilang satu persatu kamu bisa menggantinya dengan isi buah srikaya. Jadi setiap habis makan, isinya nggak usah dibuang tuh, tapi disimpan. XD Sungguh peramutan yang hqq.
4. Gatheng

Sehabis pulang sekolah seringnya pada janjian mau main bareng. 
"Nanti mainnya gantian ke rumahku ya. Masak di rumah Yuyun terus sih." 
"Di rumahmu kan nggak bisa buat gatheng, soalnya rumahmu nggak ada batu."
"Tapi kan emper rumahku luas."
Hayo,, siapa yang pernah rebutan kek gini. XD Permainan ini memang membutuhkan banyak batu. Kalau rumahmu batunya sedikit nggak recomended deh buat ngadain permainan ini.XD Permainan ini membutuhkan skill  yang mumpuni.
Kamu harus melemparkan batu ke atas menggunakan tangan kanan (atau kiri untuk yang cedal) dan mengambil batu lainnya yang ada di hadapan kamu. Nah lo, hebat kan? XD
5. Gobak Sodor
sumber: Foto Antara
"Sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan." Wikipedia
 Permainan ini membutuhkan team yang solid hlo. XD
Nha itulah beberapa permainan yang bikin kangen. Sekarang cari anak-anak yang suka main permainan tradisional aja rasanya udah sulit. Huhu. Apa kabar anak-anak kita nanti ya? :( 
"san, kok udah ngomongin anak sik, bapaknya aja belom ada." XD
Kalo kamu sendiri kangen permainan tradisional apa?? Share permainan yang kamu kangenin di komen ya. Salam anak-anak nineties. :) 





Read More