Minggu, 31 Januari 2016

Published Januari 31, 2016 by with 0 comment

[Surat] Teruntuk Masa Lalu


Teruntuk masa lalu
Hai, masa lalu. Aku tak akan menanyakan kabarmu hari ini, karena kabarmu pun pernah aku ketahui. Hari ini entah mengapa aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Kau adalah sebuah hal menyenangkan sekaligus menyakitkan dalam satu waktu. Kau adalah sebuah hal yang ingin selalu aku ulangi juga aku lupakan. Kau adalah hari yang aku harapkan juga aku ingin buang begitu saja.
Masa lalu,,
Ijinkan aku mengirim surat ini untukmu. Untuk engkau yang aku ingin simpan rapat dalam ingatan. Dan suatu hari nanti aku ingin mengingatnya kembali. Mengisahkan engkau pada putra-putriku nanti. Tapi juga ada hal yang akan aku simpan rapat, yang tak ingin aku buka kembali, pada siapapun.
Teruntuk dahulu,
Melalui surat ini, aku ingin membuka kembali semua kenangan manis yang aku rindukan. Saat dimana aku masih kanak-kanak. Kau masih ingat tidak, ketika aku berada di pundak Ayah. Ketika Ayah tiba-tiba pulang dari perantauan, beliau suka sekali menggendongku di pundaknya. Ya, aku yakin kau akan menyimpan itu dan tak akan melupakannya. Merindukan masa kecil. Bukankah kerinduan ibarat pungguk merindukan bulan??
Kau masih ingat, ketika aku berlari kecil mengitari rumput hijau di sekolah? Bersama teman, bersama senyum bersama kebersamaan yang tak mungkin kembali. Aku hanya ingin mengingatnya. Mengabadikan dalam catatan keabadian ini. Tertawa kecil, melangkah bersama keluguan yang masih melekat. Dan saat terluka bisa sebebasnya menangis, tanpa harus ditanya kenapa kamu menangis? Dan menjelaskan panjang lebar, seperti saat aku beranjak dewasa. Aku merindukan teman, tempat dan segala masa itu. Masa dimana masalah terberatku hanya PR matematika, yang bisa kami pecahkan satu kelas, bersama-sama. Sedang ketika engkau dewasa, tak akan ada yang bisa memecahkan masalahmu kecuali engkau dan Tuhan.
Teruntuk masa lalu,,
Masihkah engkau menyimpan hari dimana kakek dan nenek masih ada di sisi. Pelukan eratnya pada tubuh mungilku dulu. Pelukan dan ciumannya. Hmm... begitu aku rindukan.
Teruntuk masa lalu..
Aku masih mengingat saat masih duduk dibangku SMP. Tak pernah ada hari yang membosankan, meski banyak yang menyebalkan. -_- Kau tahu aku masih suka melewati jalan dimana dulu kami suka bersepeda. Saat dimana kebersamaan bersama sahabat adalah hal yang paling menyenangkan. Aku rindu sahabat semasa SMP dulu. Kau tidak, bahkan saat ini, kami sudah tak lagi mengabari. Meski setiap up date statusnya ada dihadapn. Ya, kami jarang bahkan tak pernah bertegur sapa. Hanya sesekali ketika ada sesuatu untuk dibicarakan.
Kami lupa bahwa pernah berjanji akan menjaga pertemanan ini sampai kapan pun. Ya, kami melupakan itu. Mungkin ini memang waktu untuk kami benar-benar berjalan sendiri. menemukan jati diri, dan untuk masa depan. Mencari masa depan, yang kadang masa lalu hanya sebuah hal yang hanya untuk di ingat, meski sesaat.
Teruntuk masa lalu, aku akan selalu merindumu. Bahkan ketika kita saling lupa janji sahabat yang pernah kita ucap. Haha . lucu jika aku mengingat betapa janji itu kita ucapkan. Tak ada yang bisa di salahkan. Karena ini memang waktu meninggalkan masa lalu. Sesibuk apapun kita saat ini, untuk semua teman dan sahabat yang pernah mengukir cerita di masa lalu, terimakasih. Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang pernah terukir dulu, terimakasih untuk semua kisah kebersamaan kita.
        Teruntuk Masa Lalu...
        Semoga suatu hari nanti kita akan bertem,u kembali. bersama cerita baru yang kita simpan selama kita tak jumpa. Semoga kita akan bertemu kembali, dengan senyum yang masih sama.


Lovely

Shanty Ary



0 komentar:

Posting Komentar