Jumat, 01 Januari 2016

Published Januari 01, 2016 by

Review Novel Ajari Aku Melupakanmu

Ajari Aku Melupakanmu

Penulis              : Reyhan M.Abdurrohman
Cover Designer   : Wawan.OR
Layout              : Delfi Pebryan
Editor               : A. Latif
Penerbit             : Zettu

        “Dan disaat aku mencoba kuat utnuk bertahan tidak banyak yang kupinta kepada kamu, dia , mereka dan dunia. Ajari aku utnuk melupakan semuanta yang telah berlalu”

        Novel romance ini bercerita tentang Bayu seorang anak dari wanita PDPJ~istilah kerennya~ yang jatuh cinta pada seorang gadis. Bayu,seorang anak yang dibesarkan Arum sendirian, tak membuat Bayu bisa menghormati atau pun bersikap sopan kepadanya.
        Nayla. Gadis yang membuatnya jatuh cinta. Bayu merasakan benar-benar jatuh cinta dan berusaha untuk mendapatkannya. Nayla, ia pun merasakan perasaan yang sama seperti apa yang Bayu rasakan. Sampai pada akhirnya Bayu harus membuka lembar demi lembar kenyataan pahit dalam hidupnya. Bahwa ia adalah anak seorang PDPJ. Lahir tanpa seorang Ayah. Dan harus menerima kenyataan bahwa Nayla akan dijodohkan. Tak selang berapa lama Bayu mendengar kabar meninggal Ibunya. Bayu merasa berdosa karena Bayu tak pernah bersikap baik pada Ibunya. Hampir depresi.
        “Nay
        Aku tak bisa menyalahkan masa lalu. Sehingga kita terperangkap di dalamnya. Aku tak bisa menyalahkan cinta, yang hadir pada hati yang tak tepat. Kuanggap ini semua adalah bentuk petunjuk Tuhan,karena dengan ini Ia membertitahu kita tentang sejarah sebenarnya, bagaimana kita tercipta.
        Kita tak bisa menyalahkan masa lalu,apalagi mengubahnya. Biarkan itu menjadi suatu sejarah kita, yang menjadikan kita tegar untuk menjalani hidup selanjutnya.
Salam sayang
Bayu         “
        Lalu apakah Bayu mampu menjalani hidupnya, setelah perasaan berdosa menghinggapinya? Apakah Bayu mampu menemukan kembali Ayahnya? Dan bagaimana hubungan Bayu dengan Nayla?
        Novel romance yang mengajari kita arti dari sebuah ‘penerimaan’ ini sangat menarik. Penerimaan dari setiap manusia memang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu lama , ada juga yang membutuhkan waktu singkat untuk menerima sebuah keadaan yang menyakitkan Dan novel ini menyajikan dengan apik.
        Tapi yang membuat awal saya menunda membaca novel ini yaitu karena kalimatnya terlalu formal~menurut saya ya~. Bahasanya kurang ringan dan santai. Selebihnya OK. J
        Saya membeli novel ini sebenernya udah dari tahun 2014. Selesai baca awal 2015. Dan ini novel pertama yang saya review. Tahun 2016 ini sebenernya saya pengen banget menekuni tentang dunia blogger terutama buat review novel-novel yang saya sukai.
        Jadi, harap maklum ya jika tulisan saya masih banyak salah sana sini. Ternyata ngebuat review itu ga gampang. Jadi, salut buat para blogger yang sudah mennghasilkan ratusan review dalam waktu setahun.



Big Hug
Wijayanti