Rabu, 21 Desember 2016

Published Desember 21, 2016 by

-Review- Sabtu Bersama Bapak

Penulis : Adhitya Mulya
Penyunting : Resita Wahyu Ferbriarti
Proofreader : Yuke Ratna P & Mita M. Supardi
Penata Letak : Landi A. handwiko
Desainer sampul : Jeffri Fernando

Blurb :
 "Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan ... Tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka."


Membaca sinopsis buku ini untuk pertama kalinya langsung bisa menebak bahwa ini cerita tentang kehilangan seorang bapak. Ya, awal dan inti buku ini sudah bisa dibaca jelas saat membaca sinopsis nya.
Baiklah, ini memang bukan buku baru. Kenapa saya baru reviews? Karena saya baru baca hari ini. Ini buku yang udah dicetak selama belasan kali dan bahkan udah dibikin pelm. Tapi belom nonton pelm nya kayak apa.

Ini adalah sebuah novel yang sarat makna. Melalui buku ini untuk para lelaki kamu akan belajar bagaimana menjadi sosok lelaki idaman seperti ini pak Gunawan Garnida. Bagaimana lelaki ini begitu bertanggung jawab dengan keluarganya bahkan setelah beliau tak ada.

"Kewajiban suami adalah siap lahir dan batin. Ketika Bapak menikah tanpa persiapan lahir yang matang, itu artinya batin Bapak juga belum matang. Belum siap mentalnya. Karena Bapak gak cukup dewasa untuk mikir apa itu arti dari 'siap melindungi'. hlm 19

You know It special. Pemikiran yang sederhana tapi sangat spesial. -baper-. Membaca novel ini, berkali kali saya ucapkan ,"Di dunia nyata , ada ga lelaki seperti pak Gunawan. Oh, Alloh beri saya satu saja." #eh
Dalam 'Hatur nuwun' penulisnya bapak Adhitya Mulya, beliau menuliskan bahwa novel ini ditulis selama 2tahun, tapi dibuat selama 36tahun. Artinya memang masih ada lelaki seperti pak Gunawan Garnida bukan?? -semoga Alloh memberikan satu untuk saya- #ehlagi Haha

" Saka membuktikan kepada diri sendiri dulu. Bahwa Saka siap  lahir batin untuk jadi suami. Makanya ngejar karier dulu. Belajar agama dulu. Nabung dulu. Kalau saka udah pede dengan diri sendiri, Saka akan pede sama perempuan."

Nah Lo.. gue langsung melongok membaca kalimat ini. Ada ya di dunia nyata lelaki kayak gini?? Merasa belum pantas menikah bukan karena ga mampu untuk mencarinya tapi lebih memikirkan masa depan bersama wanitanya nanti, meski wanitanya belum tahu siapa. Mungkin ada, tapi 1000:1. Langka. -Ya Alloh, satu saja lelaki seperti ink untuk saya-. #eh

" Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat."
"Iya, sih. Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat. Mamah tahu itu. Bapak juga  gitu dulu." Hlm 17

Duh.  Baper baca kalimat Saka. Masih ada kan lelaki seperti ini -satu aja Tuhan, buat santi- #Eh
Kalimat dan bahasa yang dipakai Om -sokakrab- Adhitya Mulya mudah dipahami. Kalimat sederhana tapi elegan. Disini kamu juga bakal nemuin kenapa nilai IPK begitu penting buat masa depan kamu, bukan hanya 'Toh kita kuliah cuman nyari title' . Dalam buku ini kamu bakalan nemuin alasan ada yang lebih dari sekadar title. Saya setuju , ini seperti satu pemikiran dengan saya, ketika banyak sekali sekelilingku memandang kuliah sebagai gaya dsb.

Dalam buku ini kamu juga bakal dikenalin sama Saka sang gembel cinta yang sweet banget. Dikenalin sama Satya yang khilaf, karena tak semua orang bisa seperti dirinya meski itu anak-anaknya. Seorang Ayah ga bisa maksain anak-anak nya seperti apa yang mereka inginkan. Cause every soon is special, you know?
Baca buku ini ga bakalan garing karena Om Adhitya Mulya pinter banget nyisipin humor disetiap bagian.

Recomended banget buat calon suami -calon siapa?- atau lelaki yang mau punya anak-anak. Kamu bisa belajar banyak meski novel ini terkesan begitu sederhana but dont judge by cover, right??
Happy reading..



Read More

Minggu, 20 November 2016

Published November 20, 2016 by

Review Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai


Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai

Penulis  : Boy Candra
Penyunting  : Irwan Rouf
Proofreader  : Sudarma S.
Desain Cover  : Bui Setiawan
Penata Letak   : Didit Sasono
Ilustrasi Isi  : Di2t

" Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai, tapi dikhianati. Juga yang pernah mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam,suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Saya pernah ada diposisi kamu saat ini. Mari mengenang tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik. Dan mulailah menata rindu yang baru.
Katakan kepada masa lalu: kita adalah cerita yang telah usai."

Ini adalah buku pertama mas Boy Candra yang saya baca. Saya tahu buku ini awalnya dari sebuah IG toko buku. Hebatnya, saya hanya membaca blurbnya via IG tersebut, selang satu jam kemudian saya memutuskan untuk memburu nih buku. Saya pecinta novel romantic. Membaca tulisannya mas @dsuperboy (twitter) langsung jatuh cinta. Jatuh cinta pada bacaan pertama.
Covernya kece. Monokrom gitu.  Sebenernya ini bukan novel. Ini buku kumpulan prosa -kalau saya bilang- mas Boy. Disini kamu akan diajak mengenang masa-masa abg (duh, jadi nyadar kalo bukan abg lagi).Tentang cinta pertama -mereka menyebutnya seperti itu-, cinta bertepuk sebelah tangan dengan sahabat sendiri  Juga tentang bagaimana rasanya dikhianati dan berkhianat. Uh... prosanya bikin baper-kata anak sekarang- (saya anak dulu. haha).
Membaca buku ini kamu akan sadar, setiap orang mempunyai kisah hati masing-masing. Perjalanan itu tak bisa dihapus, tak bisa disesali karena semua sudah menjadi jalannya masing-masing. #eaaaa

"Namun, akhirnya saya hanya ingin bahagia. Dengan seseorang yang menerima saya tanpa pernah bertanya darimana masa lalumu."

"Itulah sebab mengapa aku suka mengajakmu duduk berlama lama. Terkadang tidak terlalu banyak bicara. Kita hanya menikmati udara sambil saling menatap."

"Jangan pergi meninggalkan hati, meski tanpamu aku akan tetap berusaha untuk tidak mati."

"Bukankah kebahagiaan sejati hanyalah tentang bagaimana kita menciptakan dan menikmatinya?"

"Sebab, terkadang cinta lebih kuat dari apapun. Ia bertahan dan tak mau pergi, meski tak juga memiliki. Ia tetap ingin menjadi ada, bahkan pada seseorang yang menganggapnya tiada."

"Pahamilah dengan baik, cinta yang baik akan membuat perasaan kita baik-baik saja."

"Sedari awal ini perasaanku sendiri, mungkin memang hanya aku yang harus menikmati."
"Karena setiap kali kamu menatapku,setiap kali kamu membalas ucapan ku , aku harus berkali-kali menekan kan pada hatiku."

Itu sedikit cuplikan novel mas Boy. Mau baca lanjutannya? Buruan buru buku ini..
Read More

Kamis, 29 September 2016

Published September 29, 2016 by with 0 comment

Benar tidak??

Ada yang memilih diam dengan apapun yang dia rasakan,
Bukan dia sok kuat,
Bukan dia sok jago menghadapi segalanya sendiri,
Dia hanya menyadari ,
Saat ini tidak ada yang benar-benar memahami dan mengerti dengan keadaanya,
Sekalipun itu orang terdekatnya,
Terkadang orang yang hanya sekadar ingin tahu dan peduli susah untuk di bedakan,
Tidak semua mengerti dan memahami,
Apa buktinya?
Keluarga, bahkan keluarga sendiri pun hanya menilai dari apa yang mereka lihat,
Tanpa mau tahu , bagaimana sesungguhnya yang terjadi,
Lalu saya bisa apa?
Lebih baik diam bukan,
Apalagi kamu, yang sudah jelas tidak ingin tahu bagaimana saya,
Saya tidak mungkin memaksa bukan?
Bagaimana bisa saya menilai kamu tidak peduli??
Gampang, saya jauh, kamu tidak merasa kehilangan, sama sekali,,
Itu sudah cukup sebagai tanda bukan??

September 29,am
Read More

Rabu, 28 September 2016

Published September 28, 2016 by with 0 comment

Pantaskah saya?

Pantaskah?

Seberapa tahu kamu, jika saya mati-matian menjauhi ..
Saya mati-matian menampik rasa yang hanya saya miliki sendiri,
Saya mati-matian memadamkan rasa itu,
Saya mati-matian tidak memedulikan mu,
Semua itu hanya karena rasa ketidak pantasan saya,
Saya tidak pantas memperjuangkan mu,
Saya tidak pantas untuk lelaki sebaik kamu,
Ya, kamu tidak pernah merasa bahwa saya pergi,
Karena kamu memang tak peduli,
Kamu tidak mengharapkan saya,
Dan saya takut, kamu akan lebih jijik dengan saya,,
Saya takut itu,
Kamu sempurna , untuk saya,,
Tapi tidak demikian dengan saya bukan?
Ini terdengar cengeng,
Terserah bagaimana kamu melihat ini..

September 2016, 11pm
Read More

Senin, 26 September 2016

Published September 26, 2016 by with 0 comment

Meski semua itu

Meski tubuhmu tak pernah ada untuk saya,
Meski nafasmu tak pernah kau hembuskan demi saya,
Meski pikiranmu tentang ku tak pernah terbersit olehmu
Meski semua itu,
Saya masih berdiri disini
Dengan doa yang sama
Dengan harapan yang sama
Semoga keajaiban itu ada
Haruskah saya memaksa Tuhan untuk memilikimu, meski hanya satu waktu diantara waktu yang kau punya?
Ah.. ini terdengar cengeng bukan?
Ya, sebut saja aku cengeng
Si cengeng yang bodoh masih tetap disini
Dengan semoga keajaiban itu ada..

26 September 2016, Griya gatra
Read More

Sabtu, 26 Maret 2016

Published Maret 26, 2016 by

[GaJe] Sejuta Cokelat, Sejuta Maaf


Bagaimana kamu saat ini??

Sudah hampir dua tahun
Tanpamu
Benar-benar tanpamu

Dulu, aku ingat sekali pernah bertengkar hebat denganmu. Tak sampai satu hari salah satu di antara kita mengalah.

"Kau masih marah?"
5 menit, 10 menit aku yakin sebentar lagi handphone akan berdering lebih lama dan....

~dering coldplay, fix you~ berbunyi
Ah,, aku tak akan pernah salah dengan tebakanku.

"Hmmm..." kataku singkat.
"Masih marah?"
"Hmm..."

Sudah biasa seperti ini.
"Mau coklat berapa?"
"Ga mau."
"5 atau 10?"
 Aku ga mungkin tahan dengan godaan coklat ini. Aduh... Please kamu punya harga diri...

"Yakin nih ga mau?? Ya udah besok aku kirim ke.."
"Boleh. 15."
"Kau ini. Itu namanya ngerampok. Ish..."
"Ya sudah kalo ga mau."
"Baiklah. Aku salah. Sorry. Besok coklatnya mendarat disitu. Hmm..."
"Kalo ga ikhlas mending ga usah deh.."
"Enggak kok. Enggak. Suer dah... Beneran."

Begitulah. Kemarahan akan lenyap jika ia mengirimkan sekotak besar cokelat. Yah, anggap saja itu sogokkan. Karena dia memang salah. Pun jika aku melakukan hal yang sama, bukan cokelat sebagai gantinya tapi gelang sejenis barcelet yang ia suka. Itu untuk kami lebih dari cukup sebagai ungkapan maaf. Tak pernah lebih dari tiga hari kemarahan kami. Karena keyakinan kami sama, marah lebih dari tiga hari dalam islam itu dosa mendosakan.

Begitulah kami bersahabat selama hampir enam tahun. Dimulai sejak SMP hingga saat ini kami telah menamatkan sekolah hingga SMA. Meski kami terpisah secara raga tapi tidak dengan jiwa kami. Kami selalu akan menelepon di akhir kesibukan kami setiap hari. Ini sahabat, baginya.

Sampai pada akhirnya rasa yang tak seharusnya ada itu hadir. Aku benci. Aku membenci rasa yang menghancurkan persahabatan kami. Pengakuan dia, menghancurkan segalanya. Aku bingung. Aku tak ingin persahabatan ini berakhir.

"Saya tak mengerti. Mungkin berjuta cokelat tak akan mampu membuatmu untuk memaafkanku. Tapi aku hanya seorang manusia. Saya tak mempunyai rencana untuk membuat ini rumit. Ini hanya perasaan dari manusia yang harus kamu tahu. Cukup tahu, tanpa kau harus membalas apa-apa. Apalagi memintamu untuk menerimanya, itu lancang. Maaf."

Itu kalimat terakhir yang masih terngiang hingga hari ini. Bahkan aku masih menyimpan kalimat itu.

Dua tahun sudah kita lalui. Dengan kebisuan. Dengan ketidakpedulian. Dengan kebekuan yang entah kapan akan mencair. Maaf, tak membalas kalimat itu. Hanya, aku tak tahu. Aku tak yakin dengan perasaanku. Aku tak mau kau terluka, karena aku telah bersama wanita lain. Saya tak mungkin menyakitinya juga tak mau engkau pergi. Meski hingga hari ini, kau masih disebuah tempat yang takku ketahui. Bukan tak berusaha untuk menanyakan kabarmu, hanya aku terlalu tahu bagaimana engkau.
Mungkin lebih baik seperti ini. Sampai kau benar-benar tak mempunyai rasa apa-apa. Aku tahu, setengah hatiku mencintaimu. Mengharapmu hadir seperti dulu.

By (sebutsaja) Gendhis
Read More

Selasa, 02 Februari 2016

Published Februari 02, 2016 by with 0 comment

[Surat] untuk Tuhan

 

       Surat ini saya persembahkan untuk Tuhan

Tuhanku yang maha Bijak. Aku titip salam rindu untuk lelakiku. Dimanapun dia berada, dengan siapa kini telah bersanding, meski untuk sementara. Aku merindukannya. Meski tak pernah ku tahu bagaimana rupanya. Mungkin ini bukan saat terbaik kami untuk Berjumpa.Jewer dia Tuhan kalo dia nakal.
   Tuhanku 
Jika dalam penantian ini, berikan kemudahan kami untuk saling menjadi yang terbaik, menjadi yang pantas. Terus memantaskan diri untuk pertemuan terbaik nanti. 

Hanya itu harapan kami. Saling membaikkan, saling memantaskan, saling menjadi yang terbaik . 

Titip dia Tuhan, dimanapun, kapanpun, dan siapapun dia, jaga dia untuk pertemuan terbaik dan terindah kami.

Lovely

Wijayanti
Read More

Senin, 01 Februari 2016

Published Februari 01, 2016 by with 0 comment

[Surat] Untuk Mama

  
Untuk mama.
TAk banyak kalimat yang bisa aku rangkai untukmu ma. Untuk semua pengorbanan yang engkau beri untuk anak gadismu ini. Untuk kasih sayang , untuk pelukan juga semua doa yang terpanjat di setiap sujudmu.  Ma, 22tahun. Maafkan anakmu yang di usia yang tak lagi remaja belum memberikan apa-apa untukmu. Maaf belum bisa membalas semua yang telah engkau berikan untukmu.
Ma, tak berlebihan jika emas permata tak cukup membalas semua yang sudah engkau beri pada kami. Terimakasih atas nyawa yang sudah kau gadaikan untuk membesarkan kami. 
Ma.
Maaf atas ke khawatiran yang sering kami buat. Maaf atas kecemasan yang kadang kami tak mengerti. Maaf atas kekecewaan yang sering kami lakukan. 
Ma.
Mohon doakan agar anakmu bisa menjalani apa yang sudah menjadi jalannya. Menjadi pilihannya. Menjadi komitmennya. Jika ada yang lebih dari kata terimakasih, maka kata itu untukmu. Jika ada kata yang lebih indah dari aku sayang kamu, maka kata itu untukmu. Maaf jika kami masih belum bisa mmengalah dengan keegoisan kami. Maaf kami belum banyak membantu dalam hal materi. 
Ma.
Temani kami sampai sukses ya . Temani kami sampai kami bisa membanggakanmu. Temani kami sampai kelak cucu cicit mu lahir ya ma. 
Semoga Alloh selalu melindungimu, menyayangimu seperti engkau menyayangi kami. Semoga Alloh memberikan umur yang panjang, umur yang barokah, selalu sehat lahir dan batin ya Ma. 
Maaf, maaf, maaf atas segala salah dan ucapan yang menyakitkan dari bibir anakmu ini.

Ma
Kami sayang padamu.
Aku sayang mama


Putrimu

Wijayanti
Read More

Minggu, 31 Januari 2016

Published Januari 31, 2016 by

Book Addict is The New Sexy : From Me To Me

       

       Membaca. Entah kenapa hobi membaca di Indonesia masih menjadi hal yang langka. Kenapa saya bisa berkata seperti itu? Karena itu yang masih saya alami hingga kini. Ketika di taman kota saya membaca buku, tiba-tiba ada seorang berceloteh,”Baca buku kok dikeramaian gini?Sok pinter.” saya tak menggubrisnya. Memberikan penjelasan pada orang yang tidak paham lebih sulit daripada menjelaskan pada orang yang tidak tahu. Membaca di muka umum dikampung saya adalah sesuatu yang masih asing. Masih dibilang ‘sok rajin’.   Bahkan dikampung ini saya belum menemukan teman yang mempunyai hobi membaca. Mungkin. Teman paling dekat pun pernah bilang,”Habis kamu perginya cuma ke toko buku atau perpus , mana aku betah?” Ya, kalo urusan pergi ke toko buku atau perpus, saya memang lebih nyaman sendiri. Saya malah kasihan kalo ajak temen , karena lebih lama daripada shopping di mall.  :D
        Andai membaca merupakan sebuah hal ‘kekinian’. Pasti anak-anak muda akan tertarik. Budaya membaca juga harus disebarkan pemerintah hlo. Misalnya nih di tv, radio ada iklan gerakan membaca atau budayakan membaca, atau pemerintah bisa membuat terobosan baru untuk pemuda di Indonesia bisa suka membaca atau setidaknya membiasakan murid sekolah membaca. Caranya? Membuat membaca itu menjadi menyenangkan. Misalnya pemerintah membangun sebuah mall atau tempat-tempat nongkrong anak-anak muda khusus untuk membaca. Mall Buku, mungkin. Tapi tetep ada unsur cafe biar kekinian. Harganya juga disesuaikan tarif pelajar. Ya, kalo ga di coba kan siapa yang tahu??
        Sebenernya di era yang serba digital ini semua manusia sudah dibiasakan dengan membaca. Misal membaca facebook, twitter, instagram, blog atau segala macam jenisnya. Sebenernya hobi membaca mulai dari membaca sms, whatsapp, line itu udah termasuk membaca kan? Yaps,, meski konteksnya masih pribadi. Ngomong-ngomong membaca soal sosmed jadi inget tadi ada yang bilang gini,”Hlo saya ga pernah statement seperti itu?” artis ini malah kaget karena artikel yang ditujukan untuknya tidak benar. Dan tidak sesuai dengan apa yang ia bicarakan saat wawancara. Lalu kemudian dia menambahkan,”Namanya juga media. Mungkin nilai jualnya disitu.” Saya langsung tercengang. Begitukah media kita beredar. Yang tidak terjadi juga di ada-adakan? Parah. Itu sudah masuk dalam kategori fitnah dong?
        Sebenernya bukan tanpa sebab media seperti itu. Bisa jadi, kita para pembaca yang membuat hal yang seharusnya tak layak baca tapi malah kita cari. Kasus perceraian artis misalnya? Duh... penting amat yak buat di sidikili?? Eh selidiki maksudnya. Lalu artikel tentang hoax yang belum tentu kebenarannya meski artikel tersebut kesehatan, kecantikan bahkan kadang artikel yang isinya cuman bikin ngeri atau takut.  Coba deh, kita mulai dari diri sendiri. Membiasakan memilah-milah artikel yang harus kita baca dan tidak. Atau seandainya kita membaca artikel , tapi tidak tahu itu hoax bukan, sebaiknya jangan langsung di share ya. Share yang memang sudah terbukti saja. Jadikan Negara kita berkelas, karena bacaan kita bukan hoax dan issue.
Aku bukan anak kuliah. Bukan mahasiswa. Tapi saya tak ingin menjadi calon ibu yang malas. Caranya gimana? Dengan membaca dan menulis, salah satunya. Menjadi mahasiswa belum menjamin seseorang punya hobi membaca. Banyak sekali teman saya yang enggan untuk membaca bahkan dia mengambil kuliah jurusan sastra~pengenbanget~. Kenapa? Entahlah, mungkin karena tak suka membaca, atau suka tapi malas, bisa juga hobi membaca masih termasuk dalam golongan kaum minoritas. Banyak di antara kita yang meninggalkan sebuah hal hanya karena ‘tidak ada temannya’, padahal itu sangat bermanfaat.
        Kembali soal hobi membaca
Saya percaya semalas-malasnya kita baca buku, tapi kita paling senang jika kelak anak kita nanti rajin membaca buku. Setuju nggak sih kalian? Tapi bagaimanapun keinginan baik seorang ibu atau ayah, tetap tak akan berguna jika itu tak dipraktekkan oleh keduanya. Kelak akan menjadi apa anak kita nanti, itu tergantung bagaimana calon ibu dan ayah masa kini.
        Ayo dong, pemuda Indonesia lestarikan budayakan membaca. Untuk anak cucu kita juga hlo. Biar membaca bisa jadi gaya hidup di era dunia digital ini. Kebanyakan nih ya, kalo orang udah hobi membaca , ga sedikit kemungkinan yang bisa melanjutkan hobi jadi menulis. Akhirnya bisa jadi penulis. Film-film era sekarang juga banyak banget hlo yang diadaptasi dari novel-novel kece. Seperti Surga Yang Tak Dirindukan, Assalamualaikum Beijing, Love Sparks In Korea karya bunda Asma Nadia, Perahu Kertas, Filosofi Kopi karya Dee, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dsb. Atau kalau susah nembus penerbit mayor kamu bisa coba kirim naskah ke Penerbit Buku Perempuan, Stiletto misalnya. Yah, kalo kita ga nyoba siapa yang tahu? Meski mau menjadi penulis itu ga gampang. Ya, menjadi Penulis itu ga gampang. butuh kreatifitas, kerja keras, ga gampang putus asa, dan komitmen yang tinggi. Saya mulai belajar menulis sejak 2013, belum menghasilkan satu novel yang tuntas sampai akhir. Baru beberapa antologi dari lomba yang berhasil di bukukan. Dan sekarang pengen serius nulis di blog. Mulai dari belajar nge-review novel sampai mengikuti lomba blog.
        Mari pelan-pelan membiasakan sehari dengan membaca. Karena Indonesia cerdas, tergantung dari pemuda pemudi Indobesia itu sendiri. Dimulai dari diri kita sendiri. Kalo masih males ngeliat buku yang berlembar-lembar itu,mulai dari membaca artikel dengan tema yang kamu sukai atau yang sedang kamu cari aja dulu. Kalo udah sekian lama baca artikel coba baca cerpen ‘sejenis novel’ tapi langsung habis sekali baca, jadi kamu ga males kan?? Lama-kelamaan kamu pasti pengen deh ke toko buku, nyari novel buat waktu senggang. Kalo masih bingung mana penulis favorite kamu, kamu bisa baca novel yang sudah dijadikan film. Selain karena kamu udah pernah nonton filmnya, kamu bisa bedain tuh, geregetnya membaca novel ama nonton filmya aja.
        Nha kalau kamu udah suka membaca mulai deh tuh, pengen jadi penulis. Tenang di FB banyak banget grup kepenulisan. Kamu bisa pilih salah satunya buat belajar otodidak, seperti saya. Haha Cari ilmu gretongan,ups. Manfaat membaca banyak banget. Kita jadi tahu dunia luar. Dan yang terpenting pasti bermanfaat, asal buku yang kamu baca bermanfaat tentunya. 
        Semoga tulisan yang masih amburadul ini bisa sedikit bermanfaat untuk kita. Sangat menerima kritik dan saran dari pembaca. 
        Terimakasih

     [ Tulisan ini di ikut sertakan dalam lomba blog dari  Stiletto ]






Read More
Published Januari 31, 2016 by with 0 comment

[Surat] Teruntuk Masa Lalu


Teruntuk masa lalu
Hai, masa lalu. Aku tak akan menanyakan kabarmu hari ini, karena kabarmu pun pernah aku ketahui. Hari ini entah mengapa aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Kau adalah sebuah hal menyenangkan sekaligus menyakitkan dalam satu waktu. Kau adalah sebuah hal yang ingin selalu aku ulangi juga aku lupakan. Kau adalah hari yang aku harapkan juga aku ingin buang begitu saja.
Masa lalu,,
Ijinkan aku mengirim surat ini untukmu. Untuk engkau yang aku ingin simpan rapat dalam ingatan. Dan suatu hari nanti aku ingin mengingatnya kembali. Mengisahkan engkau pada putra-putriku nanti. Tapi juga ada hal yang akan aku simpan rapat, yang tak ingin aku buka kembali, pada siapapun.
Teruntuk dahulu,
Melalui surat ini, aku ingin membuka kembali semua kenangan manis yang aku rindukan. Saat dimana aku masih kanak-kanak. Kau masih ingat tidak, ketika aku berada di pundak Ayah. Ketika Ayah tiba-tiba pulang dari perantauan, beliau suka sekali menggendongku di pundaknya. Ya, aku yakin kau akan menyimpan itu dan tak akan melupakannya. Merindukan masa kecil. Bukankah kerinduan ibarat pungguk merindukan bulan??
Kau masih ingat, ketika aku berlari kecil mengitari rumput hijau di sekolah? Bersama teman, bersama senyum bersama kebersamaan yang tak mungkin kembali. Aku hanya ingin mengingatnya. Mengabadikan dalam catatan keabadian ini. Tertawa kecil, melangkah bersama keluguan yang masih melekat. Dan saat terluka bisa sebebasnya menangis, tanpa harus ditanya kenapa kamu menangis? Dan menjelaskan panjang lebar, seperti saat aku beranjak dewasa. Aku merindukan teman, tempat dan segala masa itu. Masa dimana masalah terberatku hanya PR matematika, yang bisa kami pecahkan satu kelas, bersama-sama. Sedang ketika engkau dewasa, tak akan ada yang bisa memecahkan masalahmu kecuali engkau dan Tuhan.
Teruntuk masa lalu,,
Masihkah engkau menyimpan hari dimana kakek dan nenek masih ada di sisi. Pelukan eratnya pada tubuh mungilku dulu. Pelukan dan ciumannya. Hmm... begitu aku rindukan.
Teruntuk masa lalu..
Aku masih mengingat saat masih duduk dibangku SMP. Tak pernah ada hari yang membosankan, meski banyak yang menyebalkan. -_- Kau tahu aku masih suka melewati jalan dimana dulu kami suka bersepeda. Saat dimana kebersamaan bersama sahabat adalah hal yang paling menyenangkan. Aku rindu sahabat semasa SMP dulu. Kau tidak, bahkan saat ini, kami sudah tak lagi mengabari. Meski setiap up date statusnya ada dihadapn. Ya, kami jarang bahkan tak pernah bertegur sapa. Hanya sesekali ketika ada sesuatu untuk dibicarakan.
Kami lupa bahwa pernah berjanji akan menjaga pertemanan ini sampai kapan pun. Ya, kami melupakan itu. Mungkin ini memang waktu untuk kami benar-benar berjalan sendiri. menemukan jati diri, dan untuk masa depan. Mencari masa depan, yang kadang masa lalu hanya sebuah hal yang hanya untuk di ingat, meski sesaat.
Teruntuk masa lalu, aku akan selalu merindumu. Bahkan ketika kita saling lupa janji sahabat yang pernah kita ucap. Haha . lucu jika aku mengingat betapa janji itu kita ucapkan. Tak ada yang bisa di salahkan. Karena ini memang waktu meninggalkan masa lalu. Sesibuk apapun kita saat ini, untuk semua teman dan sahabat yang pernah mengukir cerita di masa lalu, terimakasih. Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang pernah terukir dulu, terimakasih untuk semua kisah kebersamaan kita.
        Teruntuk Masa Lalu...
        Semoga suatu hari nanti kita akan bertem,u kembali. bersama cerita baru yang kita simpan selama kita tak jumpa. Semoga kita akan bertemu kembali, dengan senyum yang masih sama.


Lovely

Shanty Ary



Read More

Jumat, 01 Januari 2016

Published Januari 01, 2016 by

Review Novel Ajari Aku Melupakanmu

Ajari Aku Melupakanmu

Penulis              : Reyhan M.Abdurrohman
Cover Designer   : Wawan.OR
Layout              : Delfi Pebryan
Editor               : A. Latif
Penerbit             : Zettu

        “Dan disaat aku mencoba kuat utnuk bertahan tidak banyak yang kupinta kepada kamu, dia , mereka dan dunia. Ajari aku utnuk melupakan semuanta yang telah berlalu”

        Novel romance ini bercerita tentang Bayu seorang anak dari wanita PDPJ~istilah kerennya~ yang jatuh cinta pada seorang gadis. Bayu,seorang anak yang dibesarkan Arum sendirian, tak membuat Bayu bisa menghormati atau pun bersikap sopan kepadanya.
        Nayla. Gadis yang membuatnya jatuh cinta. Bayu merasakan benar-benar jatuh cinta dan berusaha untuk mendapatkannya. Nayla, ia pun merasakan perasaan yang sama seperti apa yang Bayu rasakan. Sampai pada akhirnya Bayu harus membuka lembar demi lembar kenyataan pahit dalam hidupnya. Bahwa ia adalah anak seorang PDPJ. Lahir tanpa seorang Ayah. Dan harus menerima kenyataan bahwa Nayla akan dijodohkan. Tak selang berapa lama Bayu mendengar kabar meninggal Ibunya. Bayu merasa berdosa karena Bayu tak pernah bersikap baik pada Ibunya. Hampir depresi.
        “Nay
        Aku tak bisa menyalahkan masa lalu. Sehingga kita terperangkap di dalamnya. Aku tak bisa menyalahkan cinta, yang hadir pada hati yang tak tepat. Kuanggap ini semua adalah bentuk petunjuk Tuhan,karena dengan ini Ia membertitahu kita tentang sejarah sebenarnya, bagaimana kita tercipta.
        Kita tak bisa menyalahkan masa lalu,apalagi mengubahnya. Biarkan itu menjadi suatu sejarah kita, yang menjadikan kita tegar untuk menjalani hidup selanjutnya.
Salam sayang
Bayu         “
        Lalu apakah Bayu mampu menjalani hidupnya, setelah perasaan berdosa menghinggapinya? Apakah Bayu mampu menemukan kembali Ayahnya? Dan bagaimana hubungan Bayu dengan Nayla?
        Novel romance yang mengajari kita arti dari sebuah ‘penerimaan’ ini sangat menarik. Penerimaan dari setiap manusia memang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu lama , ada juga yang membutuhkan waktu singkat untuk menerima sebuah keadaan yang menyakitkan Dan novel ini menyajikan dengan apik.
        Tapi yang membuat awal saya menunda membaca novel ini yaitu karena kalimatnya terlalu formal~menurut saya ya~. Bahasanya kurang ringan dan santai. Selebihnya OK. J
        Saya membeli novel ini sebenernya udah dari tahun 2014. Selesai baca awal 2015. Dan ini novel pertama yang saya review. Tahun 2016 ini sebenernya saya pengen banget menekuni tentang dunia blogger terutama buat review novel-novel yang saya sukai.
        Jadi, harap maklum ya jika tulisan saya masih banyak salah sana sini. Ternyata ngebuat review itu ga gampang. Jadi, salut buat para blogger yang sudah mennghasilkan ratusan review dalam waktu setahun.



Big Hug
Wijayanti



Read More