Rabu, 31 Oktober 2018

Published Oktober 31, 2018 by with 0 comment

(semacam) cerpen

"Aku ingin menikah lagi Rin." kalimatnya pelan. Tidak seperti biasanya.
"Kau mau menikah dengan siapa mas?" tanya Ririn dengan mimik wajah biasa saja. Ririn seolah tahu hal ini akan terjadi. Wajar, menurutnya.
"Maafkan aku Rin. Tapi ibu ingin aku punya anak. Dan ..."
"Dan itu tidak bisa kamu dapatkan jika masih hidup denganku kan?" Ririn menyela. Dia tahu apa yang menjadi pertimbangan suami dan mertuanya.
"Menikahlah mas. Menikah saja. Aku tidak akan menghalanginya. Jika itu bisa membuat ibu dan kamu bahagia, aku akan turut bahagia."
Ririn menambahkan. Ririn sadar diri, dia bukan wanita sempurna. Ririn tidak sama dengan perempuan pada umumnya. Setelah empat tahun pernikahan, Ririn dan Aldi tidak juga dikaruniai seorang anak. Setelah Ririn didiagnosa mandul, Ririn seakan menyerahkan semua hidupnya pada Tuhan. Dia tahu hal semacam ini akan terjadi, hanya menunggu waktu. Ririn baru menyadari bahwa cinta tak cukup untuk membina keluarga ini. Lelakinya, Aldi Permana sangat menginginkan kehadiran seorang anak. Dan itu adalah hal yang justru tak bisa ia dapatkan dari Ririn.
Setelah diagnosa dokter, hati Ririn cukup hancur. Bahkan sangat hancur. Selama hampir dua tahun ia menjalani berbagai macam terapi. Mulai dari cara tradisional hingga modern pernah Ririn lakukan, tapi apa daya, dia seorang manusia biasa. Tuhan belum mengijinkan. Tetapi suaminya kali ini mungkin sudah menyerah. Dan Ririn tahu akan hal ini. Dia sudah menyiapkan segala kemungkinan. Hatinya sudah lebih dulu hancur ketimbang mendengar pengakuan suaminya ini, jadi baginya ini bukan lagi sesuatu yang menyakiti. Memang sakit, tidak sesakit apa yang pernah Ririn terima sebelumnya.
Untung saja, Ririn masih punya Tuhan dalam kesehariannya, jika tidak, mungkin kewarasannya akan hilang. Ririn tidak membenci suaminya, ia menganggap bahwa ini atas seizin Tuhan. Seijin Alloh. Jadi bukan sepenuhnya kesalahan suaminya, pikirnya.
"Kita bisa tinggal bertiga disini. Aku akan menganggap ia sebagai adikku." meski kalimat Ririn tercekat, ia berusaha menyampaikan itu sepenuh hati.
"Maafkan aku Rin, tapi dia tidak terima. Dia mau menikah kalau aku sudah bercerai denganmu."
Ririn menghentikan mesin jahit di hadapannya.
"Lalu maksud mas?"
"Maafkan aku Rin."
Lelaki yang sedang menatapnya lekat mencoba mendekat. Ririn beranjak dari kursi jahitnya. Entah, bagaimana lagi dia harus berbuat. Tidak adakah cara lain selain berpisah? Tidakkah ingat bagaimana janji mereka berdua dulu?
"Tidak akan saling pergi, dalam keadaan apapun."kalimat yang mereka ucapkan dengan secangkir kopi yang mereka seduh, berdua. 
Mungkin seperti itulah yang biasa disebut banyak orang sebagai janji manis. Janji yang amat manis tapi nyatanya tak semanis itu. Mungkin juga manusia selalu lupa. Lupa dengan bahagia yang pernah mereka ukir, sebelum kepedihan seperti ini datang. Ririn menyesal mengucap janji di saat bahagianya. Mudah saja orang berucap janji dikala bahagia, yang sulit adalah berjanji di saat kepedihan datang. 
Ririn mengunci pintu kamar. Rapat. Aldi menunggu di luar. Aldi tidak tahu lagi harus bagaimana, dia adalah anak pertama. Lelaki pertama dan satu-satunya. Memiliki keturunan adalah impiannya dan tentu, ibunya. 
Aldi mengetuk pintu. 
"Rin, maafkan aku. Ini ibu yang meminta."
"Lalu tidak bisakah kau menolak? Lalu apa tidak ada cara lain? Aku bersedia jika memang kau harus memiliki wanita kedua, apa itu tidak cukup?" 
Ririn menangis, memeluk erat tubuhnya, sendiri. Dari balik pintu Aldi mendengar, jelas, tangisan istrinya. 
"Apa orang yang biasa kamu ceritakan itu adalah kamu mas? Cerita kamu tentang jika ada seorang lelaki yang sudah beristri memiliki perasaan dengan perempuan lain? Iya?"
Ririn keluar dari kamar. Menatap suaminya lekat. Aldi diam. Itu adalah jawaban. Kali ini, Ririn sudah cukup jelas. Jelas mengetahui siapa suaminya. Kepercayaan yang ia berikan seketika hancur. Lebur. Seiring kediaman suaminya.
Telah habis air mata Ririn. Penerimaan akan kenyataan yang rasanya begitu pahit dirasa kala ia dinyatakan tidak bisa memiliki seorang anak. Dan ia harus menempa getir dengan semua ini? 
"Tidak pernah kau mencintaiku mas. Tidak pernah. Sekarang, lakukan apa yang ingin kau lakukan. Malam ini, aku akan pergi dari rumah ini."
"Rin,,"Aldi memegang tangan sosok perempuan yang sedang menjatuhkan air matanya untuk keegoisannya. 
"Maafkan aku Rin."
Pada akhirnya cinta saja tidak cukup untuk menerima beberapa hal dalam hidup. Pada akhirnya cinta hanya akan menjadi pembahasan menyenangkan bagi remaja, tapi tidak bagi manusia-manusia dewasa. Cinta dan kebutuhan seolah menjadi hal yang berbeda bagi orang-orang dewasa.

Note: based on true story
Read More

Rabu, 03 Oktober 2018

Published Oktober 03, 2018 by with 0 comment

Review Garis Waktu- Fiersa Besari


Penulis: Fiersa Besari
Penyunting: Juliagar R.N
Penyunting akhir: Agus Wahadyo
Foto: Fiersa Besari
Penata letak: Didit Sasono
Desain cover: Budi Setiawan
Penerbit: Mediakita
Cetakan: Pertama, 2016
Jumlah hal.:  iv + 212 halaman
ISBN: 978-979-794-525-1

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.
Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.

Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.
***
Akhir-akhir ini saya selalu suka novel terbitan Media Kita. Banyak novel dengan cover manis, sederhana dan memikat (ini menurut saya). Media Kita melahirkan penulis muda dengan karakter baru, seperti Boy Candra, Tia Setiawati, Abdul Halim dan masih banyak lainnya, salah satunya Fiersa Besari. Saya juga sedang menulis prosa (ala-ala), kemudian menjadikan buku terbitan Media Kita sebagai 'pancingan' untuk mulai menulis (lagi).
Garis waktu merupakan buku kedua Fiersa Besari yang saya baca setelah Konspirasi Alam Semesta. Garis waktu merupakan rangkuman beberapa tulisan Fiersa Besari pada kurun waktu 2012 hingga 2016. Siapa yang tidak kenal lelaki satu ini? Saya yakin bagi penggiat buku-buku, nama Fiersa tidak lagi asing di telinga. Lelaki yang mempunyai beberapa profesi, selain penulis ia juga merupakan musisi, penangkap gerak dan pegiat alam. Kalau kamu mengenalnya sebagai apa? Saya mengenal lelaki ini melalui buku pertamanya Konspirasi Alam Semesta. Review buku pertamanya bisa kamu baca disini.
Dari segi cover, buku ini terlihat sederhana dan bersih. Cover depan juga menyiratkan isi dari buku tersebut. Entah kenapa, menurut saya, hampir semua cover terbitan Media Kita ini selalu menarik. Seperti yang tulis di atas, tampilannya sederhana tapi manis dan sarat makna. 
Garis Waktu seperti sebuah kumpulan surat-surat Fiersa yang tersimpan rapi dalam bentuk buku. Benang merah dari buku ini adalah saat tokoh 'aku' dan 'kamu' memulai kisah dari masa perkenalan, kasmaran, patah hati, hingga pengikhlasan karena akhirnya tidak bisa bersama, yang disusun berdasarkan kronologis bulan dan tahun.
"Seseorang yang tepat tak selalu datang tepat waktu. Kadang ia datang setelah kau telah disakiti oleh seseorang yang tidak tahu cara menghargaimu."
Novel yang menggunakan satu alur saja yaitu alur maju, membuat novel ini kurang greget. Ya wajar saja, dalam novel ini bukan buku yang mengisahkan beberapa kejadian. Masuk dalam kategori prosa yang tidak terlalu banyak konflik. Jangan bayangkan novel yang banyak percakapan atau narasi keadaan dan sebuah tempat, tidak. Novel disajikan dengan narasi dan diksi yang kuat, meski minim dialog. Pembaca seolah diajak untuk merenung dan membangun sendiri adegan demi adegan berdasarkan tokoh 'aku'. Meski fokus pada kisah dua orang anak manusia, novel ini setidaknya membuat kita mengerti bahwa hidup tidak akan seperti apa yang kita inginkan. Dalam perjalanan hidup, kita akan bertemu dengan berbagai orang, yang akan memberikan kita titipan kisah. Ada yang merajut bahagia, canda, tawa dan kesedihan serta mungkin akan mengajarkan kita arti kehilangan. *duh, dalem amat*.
Dalam buku ini, kita akan belajar arti kenapa ada orang-orang yang diberikan Tuhan hanya sekadar mampir, bukan menetap. Ada orang-orang yang merajut bahagia dalam beberapa kurun waktu lalu berakhir dengan perpisahan. Ada orang-orang yang rasanya sangat berarti tapi Tuhan menggariskan kita untuk tidak bersama sepanjang usia.*wushh.
Rekomended buat kamu yang sedang mengalami patah tulang *eh, patah hati maksud saya. Hehe. Kita akan menemukan jawaban kenapa kita harus mengalami kehilangan. Selami lebih dalam novel ini dengan tenang. Jangan gaduh, apalagi sampai mecahin gelas. XD
Memang buku-buku seperti ini terlihat begitu melankolis, bikin baper kalo kata orang. Ekek. Eh, tapi jangan salah, buku ini emang baper, tapi bapernya membangun kok. Kita secara nggak langsung punya mindset yang berbeda tentang patah hati. *ciee, curhat. uhuuk.
Secara keseluruhan buku ini rapi dengan narasi dan diksi yang sarat makna.
 Meski masih seputar jatuh cinta dan patah hati, novel ini ada sisi humanis dan sosial. Seperti cuplikan kalimat dibawah ini,
"Taruh dulu gadget-mu, lalu tatap mataku. Lupakan sejenak mengenai jejaring sosial di antara kau dan aku. Sadarkah bahwa itu semua semu?" hal-79
“Darimu aku belajar menjadi lebih baik.
Denganmu aku belajar untuk melakukan yang terbaik.
Tanpamu aku belajar untuk Memperbaiki. ”
(hal. 167) 
"Ketika kau melakukan usaha mendekati cita-citamu, di waktu yang bersamaan cita-citamu juga sedang mendekatimu. Alam Semesta bekerja seperti itu." (Hlm. 107)


Read More

Kamis, 20 September 2018

Published September 20, 2018 by with 0 comment

Cerita Tentang Kesetiaan


Tentang Kesetiaan.
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar perihal kalimat di atas?
Menerima.
Lalu apalagi yang kamu ketahui tentang penerimaan?
Saya gadis 24tahun yang di pertemukan Alloh kepada orang-orang yang sudah banyak mengenyam manis, pahit, asem dan asin kehidupan. Nanonano.
Saya suka mendengarkan orang berbagi pengalamannya. Disini saya ingin membagikan dua kisah Ibu Rumah Tangga, yang membagikan kisahnya dengan saya. Ini kenyataan bukan sinetron.
Saya tidak tahu bagaimana kehidupan berumah tangga yang sebenarnya. Karena saya memang belum melaluinya. Saya kadang heran, kenapa mereka suka sekali menceritakan perihal ini kepada saya yang masih 'bocah', karena kalo dipikir saya tidak akan bisa ngasih solusi atau pun masukan. 
Mungkin itulah yang dinamakan terapi bercerita, banyak orang yang hanya butuh didengarkan tanpa perlu dikomentari.
Perihal Ibu yang pertama, sebut saja A. Dia adalah seorang perempuan 33tahun dengan dua orang anak. Anak perempuan dan laki-laki. Dulu, sebelum kehidupannya berubah seperti sekarang, dia adalah gadis seperti kebanyakan. Gadis yang periang, yang memimpikan kehidupan rumah tangga 'normal'. Mempunyai suami mapan, dengan pekerjaan yang sudah bisa dikatakan makmur, Manager sebuah supermarket ternama.
"Lelaki itu akan tunduk pada tiga hal yaitu Harta, Tahta dan Wanita."
Saya yang masih single (elaah ), tidak terlalu menggubris barisan kalimat di atas, karena ya, saya nggak gitu tertarik untuk membahasnya. Tapi setelah mbak A ini cerita, saya baru sadar, apa-apa yang pernah ditayangkan sinetron di salah satu stasiun TV, dengan berbagai judul Suamiku Bersama Wanita Lain, atau apalah apalah, saya pikir, itu tayangan berlebihan dan tidak mendidik sama sekali. Ya kalik mendidik, jam tayangnya aja pas anak-anak pulang sekolah. Situ mau anak-anak kita dewasa lebih cepat dari usianya. Ish, kalimat barusan adalah salah satu haters dari sinetron tersebut. . Oke, lupakan.
Perselingkuhan.
Baik, kita sudah sampai inti dari masalahnya bukan? Ya, suami mbak A ini selingkuh. Bahasa kerennya, dia udah nikah tapi masih doyan pacaran. Lalu apa yang menarik? Mbak A  seorang istri yang tidak neko-neko, malah cenderung biasa-biasa saja. Bukan istri Manager yang glamor, mungkin bisa dikatakan biasa untuk ukuran istri Manager.Yang terpenting baginya adalah kehidupannya sudah cukup dengan memiliki suami dan anak, apalagi dapat bonus pekerjaan suami yang memang sudah mapan. Tapi emang dasar ni lakik yang nggak tahu bersyukur atau apa, dia selingkuh, tidak hanya sekali dua kali, tidak. Lima kali. Ya Alloh, bisa bayangin nggak tuh, Sampek yang terakhir bener-bener 'jadi'. Gilak, sabar banget Sik mbak kamu. Itu kalimat yang aku lontarkan. Pemaafnya kebangetan. Sampai dia masih bisa maafin meskipun udah lima kali di curangi, dan apa si perempuan ini membalas? Tidak. Dia masih punya harapan bahwa suaminya akan berubah. Setelah kejadian tersebut karir suami mulai hancur. Alhasil, keluarga yang masih di perantauan ini pun memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Jogja, dimana suaminya berasal. Harapan mbak A masih ada, berharap setelah suaminya kembali ke rumah, dimana dia di lahiran, dia berharap suaminya bisa (setidaknya) introspeksi diri. Tapi kenyataan memang tak selalu dengan harapan. Suaminya tidak berubah sama sekali. Kebiasaan dan adatnya masih sama. Bagi perempuan ini, anak-anak harus tumbuh dengan seorang Ayah. Ia tidak ingin anak-anaknya kehilangan figur seorang Ayah, nggak tega, katanya. Tapi apa setelah mereka hidup berdampingan dengan kondisi yang sudah tidak lagi sama, keadaan akan kembali seperti semula? Tidak. Ada yang bilang, kekecewaan itu ibarat seperti kertas yang diremas. Ketika kamu mencoba untuk mengembalikan kertas ke keadaan semula, itu sia-sia belaka. Bekas remasan itu masih ada, dan tidak bisa kamu kembalikan seperti semula. Tidak berlebihan, jika diibaratkan seperti itu. Sebagai seorang perempuan, seharusnya kesalahan yang sudah diulangi berkali-kali, itu bukanlah perkara mudah untuk memaafkan. Kata maaf, memang bisa saja ia ucapkan. Tapi perkara hati dan perasaan? Tidak berlebihan jika perempuan ini tak lagi menaruh percaya dengan suaminya sendiri. Lantas, disini siapa yang salah? Saya tidak ingin membahas tentang itu. Tidak.
Tapi saya jadi ikut mempertanyakan apa benar, perkara menikah hanya perihal kebutuhan biologis dan pengakuan bahwa ia normal semata? Setelah semua itu tercapai, ia dengan mudahnya untuk berpaling tanpa ingat bagaimana awal hubungan mereka bermula.
Dari sini mbak A menjawab sebenarnya masalah utama ada pada pengenalan ia (suami) dengan Tuhannya atau tidak. Ya, mbak A ini pun merasakan suaminya memang kurang mengenal agama atau bahkan tidak mengenal Tuhannya. Makanya rasa tanggung jawab juga tidak berarti bagi suaminya ini.
Meski begitu, mbak A tidak menganggap semua perempuan pelakor itu sama, tidak. Bahkan ada salah seorang temannya yang juga mempunyai 'profesi' sebagai pelakor, tapi mbak A ini bahkan berteman baik. Dia memang begitu terbuka tentang banyak hal, menurut saya. Dia sering sharing dengan teman pelakornya ini, bahkan temannya ini menilai suaminya memang tipe lelaki hidung belang. Dan yang paling tidak disangka berkat mbak A, si pelakor (yang merupakan temannya mbak A) ini berubah. Dia mulai berubah karena sharing barengnya dengan mbak A. Si Pelakor juga jadi sadar, bagaimana tindakannya selama ini melukai perempuan lain. Alhamdulillah dia masih di kasih kesadaran. Dan bahkan sekarang dia mulai menggunakan hijab.
Terkadang kita tak sadar, cerita yang kita bagikan sama orang lain, akan membuat perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Seperti kisah di atas. Ini real kenyataannya. Semoga mbak A diberikan jalan yang lebih baik lagi nantinya. Amiin.

Dan kedua sebut saja mbak B. Beliau seorang perempuan yang ditinggal suaminya karena pernikahannya selama beberapa tahun belum menghasilkan keturunan. Dia sudah mengusahakan banyak hal untuk mendapatkan momongan, tapi Alloh belum berkehendak, jika sudah seperti itu, manusia bisa apa? Menerima dengan terus berdoa dan ikhtiar bukan?
Lalu secara tiba-tiba dia (suami) dengan terang-terangan mengungkapkan bahwa ia ingin memiliki keturunan, dan salah satunya dengan menikah lagi. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mbak B ini, betapa hancurnya, betapa sakitnya. Dan sekali lagi, ini bukan cerita fiksi, ini nyata. Orang yang mengalaminya ada dihadapanku, saat ini. Apa yang perempuan ini katakan, dia bersedia jika seandainya suaminya ingin menikah lagi. Mungkin, perempuan ini ingin memberikan kebahagiaan pada suaminya , walaupun harus dengan cara seperti ini. Tapi apa yang suaminya katakan?
"Tapi dia tidak mau di madu."
Dan suaminya setuju dengan calon istri barunya tersebut. Ya Alloh, enggak tahu lagi gimana mbak B ini mengahadapi kenyataan pahit ini. Seolah ia sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sakit tubuh yang ia rasakan karena terapi tak sebanding dengan pernyataan suami barusan. Ini lebih menyakitkan, aku tidak meragukan itu. Dan yang lebih menyakitkan bahwa suami mbak B ini menceritakan yang ternyata dia sendiri pelakunya. Suami mbak B diam-diam telah menjalin hubungan sebelumnya.
Lalu yang kemudian menjadi pertanyaan dari kisah keduanya, apa memang cinta bagi orang-orang dewasa tidak lagi ada? Mereka akan lebih memilih menggunakan logika daripada hati nuraninya? Apakah memang seperti itu?
Jika yang mau mereka terima hal baik saja, lalu dimana letak hati yang selama ini ada dalam diri?  Jika memang sudah mengikrarkan janji, suka dan duka bukankah memang harus dijalani bersama? Apa cinta memang hanya untuk manusia yang masih berusia belia? Apa cinta memang hanya milik muda-mudi dan setelah dewasa semua hal harus menggunakan logika?
Mungkin, di luar sana juga masih ada kasus-kasus serupa.
Perselingkuhan dengan alasan apapun saya rasa tidak dibenarkan, entah dari segi agama atau moral.
Read More

Selasa, 04 September 2018

Published September 04, 2018 by with 0 comment

4 Situs Ruang Belajar Blogger


Melanjutkan hobi untuk menghasilkan karya dan pundi-pundi rupiah merupakan kesenangan tersendiri untuk aku. Sebenernya cita-cita awal nulis adalah ngimpi bisa nerbitin buku sendiri, tapi apalah daya daku belum bisa menyelesaikan tulisan sampai akhir. Beberapa draft masih tersimpan rapi di hati flash disk dan belum menemukan jalannya. Elaah,, apaan yak. 
Sebelumnya nggak kepikiran kalau mau serius di dunia blogging ini, kenapa? Ya, karena kalau cuman nulis aja tapi nggak ada duitnya #matrehabis semangat buat nulis kan juga sayang, waktu, tenaga, dan pikiran bukan? 
Tahun 2014 aku yang addict sama FB ketemu sama temen-temen baru. Temen yang suka ikutan kuis dan cari hadiah. Beberapa kali pernah dapet, mulai dari pulsa, flash disk, sepatu dan buku. Kuis bagiin status orang aja sih, belum pernah ikut lomba blog. Beberapa teman ada yang sudah mengikuti lomba blog, awalnya tidak tertarik aku nggak bisa buat artikel panjang dan kece. Hehe
Tapi setelah tahu kalau blog itu bisa menghasilkan pemasukan, aku jadi tertarik, kenapa aku nggak coba aja ya kan? Lagian cuman tinggal ketik-ketik doang. But after tahu gimana proses nulis artikel yang high quality , ternyata itu not easy, rasanya makin tertantang dan penasaran gimana temen-temen blogger yang lain bisa menghasilkan kualitas tulisan yang kreatif, oke dan kece badai, lewat otodidak pelan-pelan daku mempelajarinya  gaeees. Beneran, buat artikel nggak segampang yang aku pikir. Tapi ini tantangannya. 
Ngeblog semakin semangat tatkala aku mendaftarkan diri di adsense. Dan diterima. Mungkin rasanya kayak diterima kamu, kaliik. XD
Adsense adalah layanan penayang iklan di google. Dan kalau bisa di terima adsense, kita punya peluang besar untuk dapet pemasukan dari blog. Wuhuu... siapa yang nggak mau coba? Kan aku jadi pengen, apalagi bisa jadi Mom Blogger nantinya, beneran, its a big dream. Ngebayangin kamu jadi emak-emak, stay di rumah, ngurus suami dan anak tapi bisa produktif dan dapet duit?? melalui blogging , aku mauuu dongg... 
Ngimpinya udah panjang banget kan yak?? ekek. Udah san, mikir calon imamnya aja dulu. *lemes XD
Akhirnya memberanikan diri beli domain blog sendiri, dan jadilah arisantiwedotcom. Harapannya semoga bisa jadi blogger yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan syukur-syukur orang lain. Hehe.
Menjadi blogger pemula butuh banyak referensi blogger yang udah expert untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Selain itu kita bisa berkenalan dengan orang-orang yang mempunyai passion yang sama dan semangat ngeblognya bisa terpacu.
Beberapa blog dibawah ini bisa kamu jadikan referensi sebagai ruang belajar blogging : 
  • Sugeng.id
  Siapa yang tidak kenal mas sugeng? Coba kenalan dulu. Bagi blogger pemula, mas sugeng bak seorang guru yang mengajari murid-muridnya. Suhu-nya blogger, boleh dibilang begitu. Blog dengan tampilan sederhana ini, sangat recomended untuk blogger pemula (sepertiku). Banyak informasi yang bisa dipelajari terutama seputar dunia blogging. Mas Sugeng juga akan membagikan tips yang sangat membantu untuk memulai jadi seorang blogger. Selain itu, mas sugeng juga menyediakan beberapa template yang bisa kamu gunakan untuk mempercantik blog.
                                
  • KlikMania.net
  • Klik Mania didirikan oleh Gani Sebastian. Dalam blog ini, aku biasanya cari tahu tentang dunia seputar blogging.  Mulai dari dasar-dasar ngeblog, tutorial ngeblog hingga mempelajari adsense. 
                                 
  • Panduanim.com
Panduanim.com menyajikan artikel yang juga sangat membantu untuk blogger pemula. Dengan bahasa yang lebih sederhana dan pastinya mudah dipahami, membuat blog ini juga menjadi daftar referensi blogging yang wajib dibaca semua artikel blognya. Mulai dari dasar ngeblog hingga tips menghasilkan jutaan rupiah per bulan hingga menyajikan artikel tentang seo yang membuat blog kamu bisa nangkring di halaman pertama mesin pencari mbah google, semuanya ada disini. 
                                    
  • Peridiri.com
Meskipun bukan blog murni yang membahas tentang blogging, tapi aku selalu suka mengunjungi blog ini. Kenapa? karena blog ini juga menyajikan artikel yang inspiratif, seperti artikel dengan judul 'Arti Senja Yang Berwarna Jingga' 
                                                             
Empat situs di atas yang biasa aku kunjungi untuk cari referensi seputar blogging. Kalo kamu sendiri suka cari referensi dimana? Boleh dong bagi infonya kesini, atau blog kamu juga bisa jadi referensi daku? Coba tinggalkan jejak, daku akan berkunjung ke 'rumah' kamu. Salam kenal :)                                                                                                                             



Read More

Jumat, 31 Agustus 2018

Published Agustus 31, 2018 by with 0 comment

Cara Menampilkan Jumlah Pengunjung di Blog

Holla,,
Tema kali ini aku mau ala-ala blogging tentang gimana caranya menampilkan jumlah pengunjung di blog, khususnya blogspot.
Ada yang mau tahu nggak nih?? 
Nggak, nggak ada santii. XD
Mungkin ini masalah sederhana, tapi bagi blog pemula (sepertiku), biasanya butuh mbah google dulu sebelum memulai sesuatu. Wkwk
Tapi aku mau nanya dulu nih, menurut kamu penting nggak sih page views ini? Kalau untuk aku pribadi, pentiiing. Kenapa? Biar nambah semangat kalau tiap buka blog.
"Eh, ternyata ada yang mau baca hlo."
Well, tahu kalau ternyata blog ini ada yang mau baca adalah kesenangan yang hqq. Bikin semangat nulis, bikin semangat nyari sesuatu yang baru. Makin semangat benerin tulisan dan hidup. Dan makin semangat belajar ngeblog yang bener dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ekek

Di bawah cara menampilkan page views:

  1. Klik Tata Letak, kemudian pilih Tambahkan Widget         

                           
2. Kemudian add Statistik Blog

3. Yang terakhir letakkan sesuai keinginan
          

Mudah bukan? Jadi gimana, menurut kamu penting nggak page views ditampilkan di blog? Share jawaban kamu kesini ya. :)

Read More

Selasa, 28 Agustus 2018

Published Agustus 28, 2018 by with 0 comment

Resensi Novel Pergi Tere Liye

Penulis : Tere Liye
Co-author: Sarippudin
Editor: Triana Rahmawati
Cover: Resoluzy
Lay out: Alfian


Blurb:
"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan,
kemana hendak pergi,
melalui kenangan,
demi kenangan masa lalu,
pertarungan hidup-mati,
untuk memutuskan
kemana langkah kaki
akan dibawa.
Pergi."

Diawali dengan adegan Bujang, Salonga, White, Kiko dan Yuki berada di sebuah gudang kontiner dekat dengan stasiun kereta api di perbatasan Meksiko. Mereka sedang baku tembak dengan musuh. Meski sebenarnya yang sedang baku tembak adalah Salonga dan Bujang sedang Kiko dan Yuki (Si Kembar) hanya menikmati jus nan segar yang ia bawa. Sungguh adegan yang mengundang tawa. XD
Mereka sedang berusaha untuk merebut tekhnologi Keluarga Tong yang dicuri oleh kelompok lain. Teknologi yang sangat penting untuk keluarga Tong. Prototype, begitu mereka menyebutnya.Masalah yang sedang di hadapi Bujang sebenarnya adalah Master Dragon, salah satu penguasa shadow economy. Master Dragon menabuh genderang perang dengan keluarga Tong. Master Dragon ingin menghabisi Bujang.
Bujang siapa? Bujang adalah Tauke Besar di Keluarga Tong saat ini karena Tauke Besar sebelumnya sudah meninggal (dalam buku Pulang). Diceritakan bahwa ada delapan keluarga pemilik shadow economy di Asia Pasifik, salah duanya Keluarga Tong dan Master Dragon.
Konflik kembali muncul ketika seseorang yang tidak Bujang kenal muncul dan juga berusaha merebut teknologi Keluarga Tong.
"Agam."sosok lelaki dengan topeng berwarna hitam itu berucap, seketika Bujang terpana. Bagaimana tidak? Lelaki yang tidak ia kenal memanggilnya dengan nama asli Bujang, padahal hanya tujuh orang yang tahu nama asli Bujang dan lelaki yang sedang berhadapan dengannya ini bukan salah tujuhnya. Ini membuat Bujang tidak berhenti memikirkan lelaki yang tampak seperti zorro tersebut, apalagi lelaki yang juga memanggilnya 'Hermanito' itu berhasil merebut teknologi milik keluarga Tong. Hermanito dalam bahasa spanyol berarti kakak/adik kecil (benarkan jika salah). Karena pertemuan dengan seseorang yang mengaku sebagai El Spiritu inilah akhirnya Bujang menemukan siapa dirinya, Bagaimana kehidupan Ayahnya kala itu, kehidupan sebelum Bujang lahir, kehidupan masa muda sang Ayah yang membawa Bujang pada kenangan masa lalu yang belum pernah ia tahu sebelumnya.
Tidak sampai disitu Bujang mendapati beberapa tantangan dalam satu waktu. Percobaan pembunuhannya beberapa kali digagalkan oleh orang-orang terdekatnya bahkan ada satu scene yang membuatku begitu sedih, dimana ada seorang anak berusia delapan belas tahun putra dari Lubai meninggal karena menyelamatkan Bujang dari kematian. Seorang anak muda yang mempunyai cita-cita luhur untuk banyak orang. Sedih aku tuh kehilangan Rambang. ekekek
Hingga bab hampir habis saya belum menemukan definisi 'Pergi'. Seolah-olah pembaca diajak untuk menelusuri kemana akhirnya Bujang akan membawa keluarga Tong ini pergi? Apakah selamanya ia akan meneruskan shadow economy atau Bujang akan menemukan jalan yang lebih baik daripada bisnis ini?
"Kehidupanmu ada dipersimpangan berikutnya, Agam. Dulu kamu bertanya tentang definisi pulang, dan kamu berhasil menemukannya, bahwa siapapun pasti akan pulang ke hakikat kehidupan. kamu akhirnya pulang menjenguk pusara Bapak dan Mamak mu, berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Tapi lebih dari itu, ada pertanyaan penting berikutnya menunggu dijawab. Pergi. Sejatinya, kemana kita akan pergi setelah tahu definisi pulang tersebut? Apa yang harus dilakukan? Berangkat kemana? Bersama siapa? Apa 'kendaraanya' ? Dan kemana tujuannya? Apa sebenarnya tujuan hidup kita? Itulah persimpangan hidupmu, Bujang. Menemukan jawaban tersebut. 'Kamu akan pergi kemana nak?" hal-128
Di beberapa bagian TL menulis (yang menurut saya) sindirian untuk oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti,
 "Aih, bicara soal merampok, politisi korup di dunia jauh lebih sadis dibanding perampok bank, mereka bisa merampok uang berkali lipat tanpa harus menarik pelatuk senapan, cukup lewat transfer."-hal 286
Kalimat fiksi yang nyata bukan? Novel Pergi merupakan sekuel dari novel Pulang. Saya sendiri belum baca novel tersebut, tapi itu tidak menjadi masalah karena Tere Liye menghadirkan beberapa cuplikan dalam novel Pulang kesini, jadi tidak terlalu sulit untuk memahami cerita dalam novel Pergi. Tapi tetep kalo udah baca novel Pergi pasti penasaran sama novel Pulang.
 Tere Liye menghadirkan novel Pergi dengan narasi yang ciamik di setiap babnya. Narasi yang tidak terlalu berat dan mudah dipahami membuat pembaca betah untuk terus melanjutkan dari bab ke bab.
Meski bukan penggemar Tere Liye yang addict tapi saya tahu jika akhir 2017 lalu Tere Liye sempat mengumumkan bahwa tidak lagi menerbitkan novel cetak dan entah kenapa akhirnya beliau mau menerbitkan (lagi). oke, saya tidak mau membahas tentang itu. Lanjut ngobrolin novel Tere Liye yuk.
"... dalam banyak hal kita tidak bisa memilih waktu terbaik. Saat sesuatu itu datang, kita hanya bersiap menghadapinya." hal-195
Indonesia,Meksiko,Singapura,Spanyol,Moskow,Tokyo adalah beberapa setting tempat yang TL buat. Deskripsi dan narasi dari TL yang menuliskan keindahan dan detail dari setiap tempat, serta beberapa budaya di setiap negara benar-benar memikat hati. *uhuk
Novel action dibumbui dengan komedi di beberapa bagian membuat novel ini semakin seru untuk terus dilanjutkan. Diselipi kisah asmara Ayah Bujang yang cukup pelik. Beneran, bikin nggak berhenti bacanya. *uluhuluh
Kisah-kisahnya layak seperti film hollywood, jadi ngebayangin kalo misalnya beneran di jadikan film. Sebelumnya saya bukan tipe yang suka menghabiskan novel bergenre action (kalo genre action biasanya lebih suka filmnya), tapi ini novel setebal 456 halaman habis dalam lima kali baca, bener-bener rekor untuk saya sendiri. Hehe. Karena biasanya novel setebal ini bisa saya selesaikan lebih dari dua minggu. Ekek.
Novel yang syarat akan arti kehidupan (duh, dalem amat), tentang pengkhianatan, tentang persahabatan, tentang keluarga dan akhirnya menemukan tujuan, bagus untuk dinikmati semua kalangan. Meski akhirnya menurutku endingnya masih nggantung sih.
Nikmati saja setiap alurnya, siapkan makanan yang banyak ya. :D         

Read More

Selasa, 14 Agustus 2018

Published Agustus 14, 2018 by with 0 comment

Pantes Gallery : Pilih Dekorasi Rumah Sesuka mu


Rumah.
Rumah salah satu tempat bernaung kita sehari-hari. Mempunyai rumah yang nyaman merupakan idaman semua orang. Nyaman suasana, entah suasana rohani maupun jasmani. Nyaman rohani tentu bisa saja didapatkan dari ketentraman di dalam rumah itu sendiri. Bagaimana sebuah keluarga membangun kenyamanan antar anggota keluarga, agar masing-masing anggota keluarga betah berlama-lama di rumah sendiri, tentu suasana ini diciptakan oleh kesepakatan bersama. Misalnya dengan aturan main yang sudah di sepakati bersama. Karena memang rumah menjadi sekolah pertama bagi semua anggota keluarga, mulai dari Ayah, Ibu dan anak. Meski sudah menjadi anggota keluarga tentu semuanya saling belajar satu sama lain. Ini menurut saya pribadi.
Duh, kayak aku ini udah pengalaman membangun rumah tangga aja ya. Hehe
Kalau secara jasmani sendiri, lingkungan keluarga sangat mempengaruhi. Mulai dari desain rumah, dekorasi, penataan ruang hingga pemilihan barang-barang yang ada di dalam rumah itu sendiri.
Ngomongin tentang isen-isen rumah, mungkin situs pantesgallery.com bisa jadi referensi kamu untuk membuat desain dan konsep rumah idaman.
Ngomong-ngomong kamu pengen rumah tangga  yang seperti apa sih? Pernah punya impian," Nanti kalo aku udah nikah, terus punya rumah sendiri aku mau rumah yang sederhana tapi nyaman." (Nah, ini mah kepengenanmu san)
Atau kamu udah punya rencana pengen membangun rumah tangga dengan desain minimalis, cat warna putih, dalemnya di hiasin sama benda-benda klasik atau udah deh yang penting punya rumah dulu.Rumah tangganya aja belum punya udah mikirin isen-isen. Wkwk
Eits, ngimpi itu nggak masalah kok yang penting ada usahanya. Kalau cuman ngimpi tapi mager, ya udah deh bakalan ngimpi aja muluk.
Ada kabar gembira buat kamu yang mau cari referensi situs dekorasi rumah, khususnya yang tinggal di Semarang langsung aja kunjungi pantesgallery.com
.
 Di pantesgallery.com kita bisa cari referensi melalui ketik-ketik jari aja. Cuman butuh nulis www.pantesgallery.com
semua informasi mengenai dunia rumah bisa kamu dapatkan di situs ini. Mulai dari informasi pintu, jendela, dinding, lantai, dapur, kamar mandi hingga atap. Pantes Home Decoration Gallery memiliki berbagai model dan fungsi dari berbagai merek ternama dunia. Kebutuhan setiap rumah tangga masing-masing keluarga memang berbeda. Perbedaan ini ada faktor dari budget rumah tangga tiap keluarga, di pantesgallery.com kita bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan sesuai dengan luas rumah dan tanah yang kita miliki.
Seperti contoh dibawah ini :


Kita bisa menyesuaikan dengan ukuran tempat yang kita miliki di dalam rumah. Di pantesgallery.com menyediakan kebutuhan rumah yang lengkap mulai dari Hinge pintu dan jendela,  lock pintu dan jendela, patch fittingm dan handle pintu dan jendela. Seperti gambar dibawah ini:


Buat yang masih bingung mau pilih yang apa? yang gimana? yang cocok yang mana ya? Tenang, di pantesgallery.com juga ada artikel terkait masalah rumah tangga yang biasa di hadapi konsumen. Melalui artikel di pantesgallery.com selain menambah pengetahuan juga bisa jadi bahan pertimbangan sebelum kita memutuskan untuk mendesain rumah. Seperti beberapa artikel di bawah ini nih :


Dimana sih Pantes Gallery berada?? Untuk yang tinggal di Semarang kamu bisa langsung datang aja ke  Head Office-nya di Jl. Pekojan-Pertokoan THD a/7 Semarang- Indoonesia.
Selain itu kamu juga bisa konsultasi gratis melalui hotline Pantes Home Decoration Gallery. (024) 352 202
Yah, kejauhan atuh san. Aku kan tinggal di Klaten. Ya udah, cuss websitenya di www.pantesgallery.com atau IG @pantesgallery .

Nha mudah kan?
Cuuss Galeri dekorasi rumah dengan koleksi keramik/granite tile terlengkap di Semarang, ya Pantes Gallery tempatnya.
Read More